Menurutnya, admin yang mengelola akun tersebut lupa mengganti akun pribadi saat menanggapi atau memberikan komentar. Akibatnya, komentar yang seharusnya tidak keluar dari akun resmi Nana, justru menimbulkan salah tafsir di publik.
Ramanda menambahkan, pihak keluarga sudah menegur admin agar lebih bijak dan berhati-hati dalam mengelola informasi di media sosial. Admin diingatkan untuk tidak sembarangan berkomentar di unggahan pihak lain. Proses pengelolaan akun resmi anggota DPRD akan diperketat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman publik.
Dengan adanya klarifikasi ini, Ramanda berharap masyarakat memahami bahwa komentar tersebut bukanlah sikap resmi Nana Kencanawati sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon. Klarifikasi juga menjadi bentuk tanggung jawab moral agar kepercayaan publik tidak terkikis oleh kesalahpahaman. (sam)
