RADARCIREBON.ID – Ada yang berbeda dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kuningan. Saat sebagian masyarakat merayakan kemerdekaan dengan upacara dan berbagai kegiatan, para petugas gabungan justru memperingatinya di tengah kepulan asap dan bara kebakaran TPSA Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Senin (17/8/2026).
Memasuki hari keenam penanganan kebakaran, para petugas menggelar upacara kemerdekaan secara sederhana dan spontan di lokasi. Upacara dipimpin Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Indra Bayu Permana dan diikuti personel yang masih berjibaku melakukan pemadaman serta pendinginan.
Sejumlah pemulung yang beraktivitas di sekitar Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru juga turut menghentikan aktivitas dan menghormati jalannya upacara. Suasana sederhana tersebut justru menghadirkan makna kemerdekaan yang berbeda bagi mereka yang masih berada di garis depan penanganan kebakaran.
Baca Juga:Jamaah Umrah Upacara HUT RI di halaman Jabal Rahmah, Kota MakkahB2N Jago Cup 2026 Meriahkan HUT Ke-81 RI
Dalam amanatnya, Indra menyampaikan bahwa peringatan kemerdekaan tahun ini menjadi momentum untuk memaknai perjuangan para petugas dengan cara yang lebih nyata. Menurutnya, tugas memadamkan kebakaran merupakan bagian dari perjuangan untuk mengembalikan kondisi TPSA Ciniru agar terbebas dari kobaran api dan kepulan asap.
“Terutama kita memperjuangkan bagaimana supaya kebakaran di TPSA Ciniru ini sendiri bisa tuntas, juga merdeka dari api, merdeka dari asap. Sederhana sebetulnya itu yang kita harapkan,” ujar Indra.
Selama enam hari berada di lokasi, para petugas harus menghadapi berbagai kondisi berat, mulai dari suhu panas, kepulan asap, kelelahan hingga gangguan pernapasan. Meski demikian, mereka tetap bertahan dan melanjutkan proses penanganan.
Indra mengatakan seluruh personel berusaha mengesampingkan rasa lelah demi menyelesaikan pekerjaan yang telah dimulai. Ia menilai keteguhan para petugas menjadi bagian penting dalam upaya mengendalikan kebakaran di TPSA Ciniru.
“Setiap hari sampai dengan hari keenam kita tetap berjuang. Terkadang kita mengabaikan rasa capek, lelah, panas, asap, sesak dan sebagainya,” katanya.
Ia menegaskan, seluruh perjuangan tersebut dilakukan dengan satu tujuan, yakni menyelesaikan tugas dan memastikan penanganan kebakaran dapat dituntaskan.
“Tentunya dengan satu tujuan, bagaimana kita menuntaskan apa yang kita mulai, menuntaskan tugas apa yang menjadi tugas kita,” tegasnya.
