Komisi V DPR RI Dorong Kelanjutan JLTS Kuningan, Skema Pendanaan Ganda Jadi Jalan Keluar

Agus Panther/Radar Kuningan 
DUKUNGAN MENGUAT: Komisi V DPR RI bersama Kementerian PUPR meninjau langsung lokasi proyek JLTS Kuningan yang diproyeksikan menjadi penggerak konektivitas, investasi, dan pariwisata daerah.
0 Komentar

Untuk menghindari pembangunan yang terhenti di tengah jalan, Komisi V DPR RI memfasilitasi skema pelaksanaan bertahap. Pada tahap pertama, pembangunan sepanjang lima kilometer diusulkan menggunakan pendanaan IJD pada segmen yang lahan pembebasannya telah selesai. Sedangkan sisa ruas sepanjang 4,5 kilometer akan diusulkan melalui pendanaan SBSN secara paralel.

Langkah tersebut dinilai menjadi solusi realistis agar sebagian ruas jalan dapat segera dibangun sembari pemerintah daerah menyelesaikan proses pembebasan lahan pada segmen lainnya.

Kementerian PUPR juga mengingatkan pentingnya komitmen Pemerintah Kabupaten Kuningan untuk menuntaskan sisa pembebasan lahan yang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp70 miliar.

Baca Juga:Ditonton Bupati dan Pejabat Daerah, Pesik Kuningan Lolos ke Babak 16 Besar NasionaKandang Ternak di Kuningan Kebakaran, Ribuan Burung Puyuh Mati dan Kerugian Ratusan Juta

“Rencana ini kami harapkan dapat dituntaskan paling lambat pertengahan tahun 2027. Dengan begitu, saat usulan pendanaan SBSN diajukan tidak ada jeda pelaksanaan dan jalan ini bisa langsung berfungsi secara utuh,”ujar Iqbal.

Sementara Kepala Dinas PUTR Kuningan, Putu Bagiasna menjelaskan bahwa untuk segmen 5 dan 6 JLTS, proses pembebasan lahan pada dasarnya telah mencapai 100 persen. Namun hasil review desain teknis terbaru menunjukkan adanya kebutuhan tambahan lahan sekitar tiga hektare atau 30 ribu meter persegi.

Tambahan lahan tersebut diperlukan untuk penanganan lereng dan mitigasi potensi longsor demi menjamin keamanan konstruksi jalan dalam jangka panjang.

“Pada RKA tahun ini kami sudah mengalokasikan sekitar Rp14 miliar untuk sisa kebutuhan pembebasan lahan. Sedangkan tambahan kebutuhan akibat hasil review penanganan lereng akan segera kami masukkan dalam anggaran perubahan,”kata Putu.

Dengan adanya dukungan politik dari Komisi V DPR RI serta terbukanya dua jalur pembiayaan nasional, pembangunan Jalan Lingkar Timur Selatan kini memasuki fase yang lebih menjanjikan. Jika seluruh persyaratan lahan dapat diselesaikan sesuai target, proyek yang telah lama dinantikan masyarakat Kuningan itu berpeluang kembali bergerak dan menjadi infrastruktur penopang pertumbuhan kawasan di masa mendatang. (ags)

0 Komentar