Kandang Ternak di Kuningan Kebakaran, Ribuan Burung Puyuh Mati dan Kerugian Ratusan Juta

Ist/damkar kuningan 
LUDES: Kebakaran hebat melanda kandang ayam dan puyuh milik warga Desa Cimaranten, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan, Rabu (17/6) dini hari.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID– Dini hari yang seharusnya menjadi waktu beristirahat berubah menjadi mimpi buruk bagi Andi (47), peternak asal Desa Cimaranten, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan. Kandang ayam dan puyuh yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarganya hangus dilalap api pada Rabu (17/6) menjelang subuh. Akibat peristiwa tersebut, ribuan ternak mati terpanggang dan seluruh bangunan kandang rata dengan tanah.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kuningan, Andri Arga Kusumah, menjelaskan kebakaran terjadi di area peternakan ayam dan puyuh milik Andi di Desa Cimaranten sekitar pukul 04.00 WIB.

Menurut Andri, berdasarkan keterangan pemilik, sekitar pukul 02.00 WIB Andi sempat meninggalkan kandang untuk pulang ke rumah guna beristirahat sejenak dan mengambil kopi. Namun dua jam kemudian, ia mendapat kabar dari warga bahwa kandangnya telah terbakar.

Baca Juga:Satlantas Kuningan Salurkan Bantuan Pupuk dan Herbisida untuk Petani Dana Desa Tersedot KDMP, Toto Kawal Aspirasi Warga Kuningan ke Provinsi

“Mendapat informasi tersebut, pemilik langsung menuju lokasi dan berusaha memadamkan api bersama warga menggunakan peralatan seadanya. Namun kobaran api terus membesar sehingga sulit dikendalikan,” ujarnya.

Melihat kondisi yang semakin membahayakan, seorang warga bernama Abdurahim segera menghubungi Call Center UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan untuk meminta bantuan.

Petugas Damkar kemudian menerjunkan delapan personel dengan dua unit kendaraan pemadam ke lokasi kejadian. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung selama kurang lebih dua jam. Upaya penanganan juga melibatkan anggota kepolisian, aparat desa, serta warga setempat.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pendinginan dan penyelidikan awal dengan meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian.

“Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik. Namun penyebab pasti masih dalam proses pendalaman,” kata Andri.

Akibat peristiwa tersebut, kandang berukuran 12 x 20 meter atau seluas 240 meter persegi hangus terbakar. Selain bangunan kandang, sekitar 2.000 ekor ayam dan 7.000 ekor burung puyuh turut menjadi korban.

Persediaan pakan ternak yang tersimpan di dalam kandang juga tidak dapat diselamatkan. Total kerugian material ditaksir mencapai Rp305 juta.

Baca Juga:Digitalisasi Aset hingga Sekolah Unggulan Jadi Fokus Pendidikan KuninganAncaman Eceng Gondok di Waduk Darma Dorong KTH Paguyuban Silihwangi Turun Tangan

Tak hanya kerugian secara ekonomi, kebakaran ini juga meninggalkan luka psikologis bagi pemilik kandang dan warga sekitar. Usaha yang dibangun bertahun-tahun musnah dalam satu malam, menyisakan puing-puing hangus dan kepulan asap yang menjadi saksi besarnya musibah tersebut.

0 Komentar