MAJALENGKA – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Administrasi Publik (AP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Majalengka (Unma) menggelar program ABDES (Abdi Desa) VI selama empat hari di Desa Teja, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka.
Kegiatan yang diikuti 36 pengurus HMPS AP itu bertujuan mengimplementasikan teori administrasi publik di tingkat desa sekaligus memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, aparatur desa, dan masyarakat dalam mengidentifikasi potensi serta menyelesaikan berbagai persoalan di desa.
Ketua Umum HMPS AP, Rafi Maulana, mengatakan mahasiswa memiliki bekal teori administrasi, sedangkan aparatur desa memiliki pengalaman praktik di lapangan. Melalui ABDES, keduanya dapat saling belajar untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan desa.
Baca Juga:Perbaikan Jalan Rusak Majalengka Sebanyak 248 Titik Jalan Bertahap, Target 92,5 Persen Tuntas pada 2026PNM Cirebon Tanam 200 Pohon Produktif di Kuningan, Perkuat Lingkungan dan Ketahanan Pangan
“Kegiatan ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Perhutani, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan untuk mendukung pengembangan potensi Desa Teja,” ujarnya, Jumat (19/6).
Menurut Rafi, Desa Teja memiliki potensi wisata dan kawasan hutan yang dapat dikembangkan. Selain itu, kegiatan juga diisi layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, terutama lansia, mengingat akses menuju puskesmas cukup jauh.
Mahasiswa juga melaksanakan kegiatan mengajar dan melakukan observasi di SD Negeri Teja, termasuk meninjau proses pembelajaran, sarana dan prasarana, serta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sementara itu, Ketua Pelaksana ABDES VI, Muhammad Fardli, mengatakan program tersebut telah menjadi agenda berkelanjutan HMPS AP. Bahkan, konsep ABDES pernah dipelajari mahasiswa Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia yang datang langsung ke Indonesia.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat menerapkan ilmu administrasi publik secara langsung, sementara aparatur desa berbagi pengalaman praktik. Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme tata kelola pemerintahan desa sekaligus membentuk mahasiswa yang siap menjadi administrator dan manajer publik,” katanya.
Ia menambahkan, ABDES juga menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pemberdayaan potensi desa. (ono)
