Menurut mahasiswa, pelemahan rupiah bukan sekadar angka dalam transaksi ekonomi, melainkan menyangkut harga diri bangsa dan keberlangsungan hidup masyarakat. Mereka meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas ekonomi serta memastikan subsidi energi benar-benar tepat sasaran bagi rakyat kecil.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menyinggung pentingnya percepatan pembahasan UU Perampasan Aset sebagai instrumen pemberantasan korupsi. Mereka menilai regulasi tersebut menjadi salah satu kebutuhan mendesak untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Massa aksi bahkan menyinggung dugaan keterlibatan sejumlah anggota legislatif dalam program MBG. Nama-nama yang disebut di antaranya Uba Subari, Lin Yulyanti, Susanto, Eman Suherman dan Tika Evian. Namun dalam aksi tersebut, mahasiswa meminta agar dugaan tersebut dapat ditelusuri secara terbuka dan transparan oleh pihak berwenang.
Baca Juga:Satlantas Kuningan Salurkan Bantuan Pupuk dan Herbisida untuk Petani Dana Desa Tersedot KDMP, Toto Kawal Aspirasi Warga Kuningan ke Provinsi
Menanggapi berbagai tuntutan tersebut, Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy menyatakan pihaknya menghargai aspirasi yang disampaikan mahasiswa. Menurutnya, gerakan mahasiswa yang terjadi di berbagai daerah, termasuk di Kuningan, merupakan refleksi dari kondisi sosial ekonomi yang sedang dirasakan masyarakat. (ags)
