Ratusan Tersingkir di Tahap Awal, SPMB Tingkat SMP Negeri di Kota Cirebon, Daftar Ulang 26 – 27 Juni 2026

SPMB Tingkat SMP Negeri di Kota Cirebon
KONSULTASI: Orang tua murid melakukan konsultasi seputar SPMB di SMPN 1 Cirebon, kemarin (23/6/2026). Foto: Ade Gustiana/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP di Kota Cirebon resmi bergulir. Sekolah-sekolah favorit masih menjadi magnet utama. Salah satunya SMPN 1 Cirebon yang ada di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon.

Hari-hari pertama pendaftaran tahap satu dimulai sejak 18 Juni hingga 22 Juni 2026. SMPN 1 Cirebon tahun ini menyediakan kuota total sebanyak 418 kursi. Jumlah itu dibagi untuk 11 rombongan belajar (rombel) atau kelas.

Sesuai regulasi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, alokasi tahap pertama dipatok sebesar 55 persen dari total kuota. Artinya, hanya ada sekitar 230 kursi yang diperebutkan pada fase awal ini. Fase awal ini meliputi tiga jalur krusial. Jalur afirmasi, jalur prestasi nilai rapor, serta jalur prestasi kejuaraan akademi maupun non-akademis.

Baca Juga:Ponpes Ketitang Cirebon Menebar Pesan Perlindungan Anak, Diapresiasi Yenny WahidDPR Minta PLN Jujur, Tangani Krisis Listrik, Dirut Klaim Mulai Membaik

Data panitia menunjukkan angka psikologis yang mencolok. Setelah pendaftaran tahap satu ditutup, jumlah pendaftar sudah menembus 428 siswa. Angka ini hampir dua kali lipat dari jatah kuota tahap pertama. Otomatis, ratusan pendaftar dipastikan akan tersingkir di fase verifikasi dan seleksi sistem.

“Ini menunjukkan bahwa animo masyarakat untuk mendaftar di SMPN 1 Cirebon selalu tertinggi. Dalam hal ini terjadi persaingan yang lumayan ketat di antara tiap-tiap jalur itu,” ujar Wakasek Kesiswaan sekaligus Ketua SPMB SMPN 1 Cirebon Kabir SPd kepada Radar Cirebon.

Sistem pendaftaran tahun ini berjalan penuh secara daring atau full online. Masyarakat tidak perlu mengantre fisik untuk memasukkan berkas digital. Ini adalah tahun kelima penerapan sistem daring di Kota Cirebon. Secara umum, pola adaptasi teknologi di tingkat orang tua murid sudah matang. Gagap teknologi (gaptek) masal tak lagi terlihat.

Kendala teknis mendasar seperti peladen (server) down yang dahulu menjadi langganan, kini nyaris tidak ditemukan. Sistem berjalan mulus sejak hari pertama dibuka. Tarikan data dari gawai pendaftar ke pusat data sekolah terhitung cepat.

Meski demikian, posko pelayanan di sekolah tetap disiagakan penuh. Kasus yang muncul saat ini bergeser. Bukan lagi masalah ketidakmampuan mengakses situs, melainkan human error saat mengunggah dokumen prasyarat. Banyak ditemukan berkas yang buram, salah format, atau dokumen yang diunggah tidak sesuai dengan kolom yang diminta.

0 Komentar