Sebelumnya, salah seorang pengendara sepeda motor, Aripudin, mengaku selama ini menggunakan Pertamax. Namun, setelah harga BBM nonsubsidi itu naik, ia memutuskan beralih ke Pertalite agar pengeluaran untuk bahan bakar tidak semakin membengkak. “Sebelumnya isi Pertamax full tank paling habis sekitar Rp85 ribu. Sekarang bisa sampai Rp115 ribu lebih. Mau tidak mau saya pindah ke Pertalite,” ujarnya di SPBU Tegalsari Plered.
Pengendara lainnya, Abu Bakar, mengatakan antrean di jalur pengisian Pertalite kini semakin sering terjadi, terutama pada jam-jam sibuk. “Apalagi kalau pagi sebelum berangkat kerja dan sore setelah pulang kerja, antreannya cukup panjang,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dibandingkan sebelumnya. Ia mengaku hampir tidak pernah mengalami antrean panjang saat mengisi bahan bakar di SPBU.
Baca Juga:Pemkab Cirebon Bergerak Bergerak Cari Solusi Atasi Darurat Sampah, Jangan Hanya Andalkan TPABBM Turun, tapi Bukan Pertamax, Tiga Jenis BBM Nonsubsidi Turun Harga Per 1 Juli
Selain itu, Abu Bakar juga mengaku semakin jarang menemukan pedagang bensin eceran di pinggir jalan. Padahal, pedagang bensin eceran kerap jadi alternatif ketika antrean di SPBU terlalu panjang. “Biasanya kalau lihat antrean di SPBU panjang, saya lebih memilih cari pedagang bensin eceran. Tapi entah kenapa sekarang jarang tersedia. Kebanyakan sudah habis, banyak yang nyari Pertalite,” ujarnya.
Sebelumnya, pada 10 Juni 2026, PT Pertamina (Persero) resmi menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Salah satunya adalah Pertamax. Semula harga Pertamax di level Rp12.300 per liter, melejit menjadi Rp16.250 per liter atau naik Rp3.950 per liter.
Lalu pada 1 Juli 2026, Pertamina menurunkan harga BBM, tapi hanya untuk tiga jenis BBM nonsubsidi. Yakni Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite. Dengan penurunan itu, Pertamax Turbo yang sebelumnya dijual Rp20.750 per liter, kini Rp19.300 per liter.
Pertamina Dex menjadi Rp21.150 per liter dari sebelumnya Rp24.800 per liter. Sementara Dexlite dijual saat ini Rp19.700 per liter, turun Rp3.300 setelah sebelumnya dibanderol Rp23.000 per liter.
Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar masih berada di angka yang sama alias tidak mengalami kenaikan harga. Pertalite masih tetap dibanderol Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
