Pertalite Makin Sulit Didapat, Warga Cirebon Keluhkan SPBU Kerap Kehabisan Stok

Warga Cirebon Keluhkan SPBU Kerap Kehabisan Stok
ISI ULANG: Mobil tangki Pertamina mengisi ulang stok Pertalite di SPBU Tegalsari, Kamis sore (2/7/2026). Sebelumnya, petugas menutup sementara jalur pengisian Pertalite karena kehabisan stok. Foto: Khoirul Anwarudin/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Masyarakat di Kota/Kabupaten Cirebon mulai mengeluhkan semakin sulitnya mendapatkan Pertalite. Selain harus mengantre panjang di sejumlah SPBU, warga juga mengaku kerap mendapati stok Pertalite habis sehingga terpaksa mencari SPBU lain atau beralih menggunakan Pertamax.

Kondisi tersebut kembali terpantau di SPBU 34.451.65 Tegalsari. Sejumlah pengendara sepeda motor yang hendak mengisi Pertalite hanya bisa melintas karena dispenser Pertalite tidak dapat melayani pengisian akibat stok habis.

Sebagian pengendara memilih mencari SPBU lain. Namun, tidak sedikit pula yang akhirnya terpaksa mengisi Pertamax karena khawatir kehabisan bahan bakar di perjalanan.

Baca Juga:Pemkab Cirebon Bergerak Bergerak Cari Solusi Atasi Darurat Sampah, Jangan Hanya Andalkan TPABBM Turun, tapi Bukan Pertamax, Tiga Jenis BBM Nonsubsidi Turun Harga Per 1 Juli

Salah seorang pengendara sepeda motor, Eva, mengaku terpaksa membeli Pertamax karena bensin di tangki kendaraannya tinggal sedikit. “Ya terpaksa isi Pertamax. Soalnya di tangki bensinnya tinggal sedikit. Cari-cari di pedagang eceran juga susah. Padahal sebelumnya banyak,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan Radar Cirebon, mobil tangki Pertamina yang membawa pasokan Pertalite baru tiba di SPBU itu sekitar pukul 13.40 WIB. Tak lama kemudian, petugas melakukan pembongkaran agar pengisian Pertalite dapat kembali dilayani. “Nggak ditutup. Tadi habis. Ini baru bongkaran,” ujar salah seorang petugas SPBU.

Kesulitan mendapatkan Pertalite juga dirasakan para pedagang bensin eceran. Di sepanjang Jalur Pantura, mulai dari Kecamatan Jamblang hingga Kedawung, rak-rak di sejumlah warung yang biasanya dipenuhi botol berisi Pertalite tampak hanya menyisakan botol kosong.

Salah seorang pedagang bensin eceran di Jalur Pantura, Soleh, mengaku kini semakin sulit memperoleh pasokan Pertalite. Bahkan, pembelian di SPBU disebut kerap dibatasi. “Di beberapa SPBU sekarang sudah nggak dibolehin beli banyak. Ambil 50 liter saja susah. Paling bisanya 20 liter, meski kadang ada juga yang masih boleh 50 liter,” katanya.

Menurut Soleh, bensin eceran selama ini menjadi penyelamat bagi pengendara yang kehabisan BBM di tengah perjalanan atau enggan mengantre panjang di SPBU. Namun, terbatasnya pasokan membuat stok di warungnya sering kosong.

Akibat sulitnya memperoleh Pertalite, ia pun terpaksa menaikkan harga jual eceran. Jika sebelumnya dijual Rp12 ribu per botol, kini harganya menjadi Rp13 ribu per botol. “Ya kita juga mau bagaimana lagi. Sekarang susah dapatnya. Kalaupun ada, harus antre panjang, panas-panasan, terus yang dibeli juga nggak terlalu banyak,” ujarnya.

0 Komentar