RADARCIREBON.ID – Menjaga lingkungan pesisir tak cukup hanya dengan slogan. Perlu aksi nyata yang melibatkan masyarakat dan berbagai pihak. Semangat itu diwujudkan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Sunan Gunung Djati Bandung melalui program kerja Eco Literasi.
Program tersebut diwujudkan dalam kegiatan Laut Sebasah dan Gerakan Tanam Mangrove di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Gebang Mekar, Kabupaten Cirebon.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB itu, melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon, Koperasi Desa Nelayan Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, Pemerintah Desa Gebang Mekar, mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung, serta UIN Siber Syeikh Nurjati Cirebon.
Baca Juga:Hari Kedua Kebakaran TPSA Ciniru Kuningan, BPBD Jabar Perkuat PenangananJembatan Perintis Garuda Diresmikan, Terhubung Desa Cikubangsari dan Desa Widarasari
Mahasiswa KKM UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Salsabiil Firdaus mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja Eco Literasi yang berfokus pada kepedulian terhadap lingkungan pesisir.
“Bagi kami, kegiatan Laut Sebasah dan Gerakan Tanam Mangrove ini merupakan bagian dari program kerja Eco Literasi KKM UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kami ingin tidak hanya memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga ikut terlibat langsung melalui aksi penanaman mangrove,” ujar Salsabiil.
Menurutnya, kolaborasi dengan Pemerintah Desa Gebang Mekar dan DKPP Kabupaten Cirebon menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Mahasiswa tidak hanya datang untuk menjalankan program KKM, tetapi juga berupaya membangun kepedulian bersama terhadap kondisi lingkungan pesisir.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Desa Gebang Mekar dan DKPP Kabupaten Cirebon yang telah berkolaborasi dalam kegiatan ini. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada penanaman bibit saja, tetapi bisa menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga ekosistem pesisir,” katanya.
Salsabiil menambahkan, keberadaan mangrove memiliki manfaat besar bagi kawasan pesisir dan masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari laut.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga pesisir agar tetap bersih dan lestari, sehingga pada akhirnya juga dapat mendukung kesejahteraan para nelayan,” lanjutnya.
Baca Juga:Begini Rangkaian Hari Jadi Kuningan, dari Sidang Paripurna hingga Karnaval BudayaKebakaran Hebat di TPSA Ciniru, Gunakan Sistem Sekat Bakar Cegah Meluas
Kegiatan tersebut mengusung tema “Satu Bibit, Satu Juta Manfaat, Pesisir Bersih, Nelayan Sejahtera, Indonesia Maju”.
