Jembatan Perintis Garuda di Talaga Kulon Pangkas Jarak Warga dari 8 Km Menjadi 1 Km

Jembatan Perintis Garuda Talaga Kulon
Jembatan Perintis Garuda sepanjang 26 meter di Blok Ciranca, Desa Talaga Kulon, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, diresmikan Kamis (13/8/2026).
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Kehadiran Jembatan Perintis Garuda di Blok Ciranca, Desa Talaga Kulon, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, membawa perubahan besar bagi mobilitas warga. Jembatan sepanjang 26 meter itu memangkas akses menuju wilayah seberang dari sebelumnya sekitar 8 kilometer menjadi hanya 1 kilometer.

Jembatan yang diresmikan pada Kamis (13/8/2026) tersebut kini menjadi jalur penting bagi aktivitas masyarakat setelah jembatan lama mengalami kerusakan. Akses yang sebelumnya harus ditempuh dengan memutar jauh kini menjadi lebih singkat dan mudah.

Jarak Terpangkas 7 Kilometer, Aktivitas Warga Makin Mudah

Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan keberadaan jembatan tersebut menjawab kebutuhan masyarakat yang selama bertahun-tahun harus menggunakan jalur alternatif dengan jarak jauh.

Baca Juga:Bata Kuno Mirip Candi Ditemukan di Pemakaman Ampel Majalengka, Arkeolog Segera Turun TanganManfaatkan Aula Desa, Kopdes Kongsijaya Beromzet Rp3 Juta Per Minggu

“Kalau melalui jalan ini cuma 1 kilometer. Kalau tidak melalui jalan jembatan ini kurang lebih 8 kilometer,” kata Eman saat peresmian.

Menurutnya, perbedaan jarak hingga sekitar 7 kilometer bukan sekadar persoalan waktu tempuh. Kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat, akses pendidikan, hingga mobilitas warga dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.

“Dengan adanya jembatan ini, mobilitas warga dari Desa Talaga Kulon menuju wilayah seberang menjadi lebih mudah. Ini juga mendukung kegiatan ekonomi dan pendidikan,” ujarnya.

Akses Pasar hingga Sekolah Lebih Dekat

Bagi masyarakat Talaga Kulon, jembatan ini memiliki fungsi lebih luas dibanding sekadar penghubung dua wilayah. Jalur tersebut mempermudah warga menuju pasar, mengangkut hasil pertanian, mengakses pusat pelayanan masyarakat, hingga memperpendek perjalanan anak-anak menuju sekolah.

Dengan jarak yang lebih pendek, masyarakat juga memiliki pilihan akses yang lebih efisien untuk menjalankan berbagai aktivitas harian. Karena itu, keberadaan jembatan diharapkan memberikan dampak langsung terhadap kegiatan sosial dan perekonomian warga.

Dibangun Tanpa Membebani APBD Majalengka

Eman mengatakan pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi penting di tengah keterbatasan fiskal daerah akibat kebijakan efisiensi anggaran. Infrastruktur tersebut mendapat dukungan pemerintah pusat dan TNI AD sehingga pembangunannya tidak membebani APBD Kabupaten Majalengka.

Eman juga mengapresiasi Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf. Rendra Dwi Jayanto yang dinilai cepat merespons aspirasi masyarakat mengenai kebutuhan akses penghubung tersebut.

0 Komentar