Serangan Hama Tikus Pangkas Hasil Panen di Persawahan Kecamatan Ligung

semprot hama
Serangan hama tikus menjadi salah satu ancaman utama bagi produksi padi karena populasinya berkembang cepat dan mampu merusak tanaman dalam waktu singkat.
0 Komentar

“Kalau panen kedua nanti hasilnya menjadi milik saya seluruhnya. Mudah-mudahan serangan tikus sudah berkurang sehingga hasil panen lebih baik,” ujarnya.

Serangan hama tikus menjadi salah satu ancaman utama bagi produksi padi karena populasinya berkembang cepat dan mampu merusak tanaman dalam waktu singkat. Selain mengurangi jumlah bulir padi, serangan tikus juga menyebabkan tanaman roboh dan gagal dipanen.

Petani menilai pengendalian populasi tikus harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan kelompok tani, pemerintah desa, penyuluh pertanian, hingga dinas terkait. Pengendalian secara parsial dinilai kurang efektif karena hama akan berpindah ke lahan lain yang belum ditangani.

Baca Juga:Jalan Bergelombang, Waspadai Tanjakan Banjaran-RancaputatMusim Kemarau Tahun Ini, 30 Desa Rawan Krisis Air Bersih

Selain itu, petani berharap adanya pendampingan mengenai metode pengendalian yang ramah lingkungan, seperti penerapan pola tanam serempak, sanitasi lingkungan persawahan, dan gerakan gropyokan untuk memutus siklus perkembangbiakan tikus.

Penurunan hasil panen juga dikhawatirkan berdampak pada pendapatan rumah tangga petani. Pasalnya, biaya produksi seperti pengolahan lahan, benih, pupuk, dan tenaga kerja tetap harus dikeluarkan, sementara hasil panen terus menurun.

Para petani berharap pemerintah daerah segera memperkuat program pengendalian organisme pengganggu tanaman agar produktivitas padi di Majalengka tetap terjaga, kesejahteraan petani meningkat, dan ketahanan pangan daerah tidak terganggu. (bae)

0 Komentar