MAJALENGKA – Pengendara yang melintas di jalur tengah Majalengka yang menghubungkan Cirebon-Bandung diimbau meningkatkan kewaspadaan saat melintasi tanjakan di perbatasan Desa Banjaran dan Desa Rancaputat, Kecamatan Sumberjaya.
Ruas jalan tersebut mengalami gelombang dan kerusakan pada permukaan jalan yang diduga menjadi penyebab sering terjadinya kecelakaan, terutama kecelakaan tunggal yang melibatkan pengendara sepeda motor.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan di lokasi tersebut terjadi hampir setiap pekan.
Baca Juga:Musim Kemarau Tahun Ini, 30 Desa Rawan Krisis Air BersihKekurangan Tenaga Kerja Jadi Kendala: Industri Genteng Banjir Pesanan
Kepala Desa Rancaputat, Eli Herawati, mengatakan kecelakaan kerap terjadi di ruas jalan sebelah selatan Jembatan Cikadongdong. Korban didominasi pengendara sepeda motor yang kehilangan kendali saat melintasi jalan bergelombang.
“Baik siang maupun malam, pengendara motor sering terjatuh di lokasi itu. Kondisi jalan tersebut sudah cukup lama bergelombang,” ujarnya, Senin (6/7/2026).
Menurut Eli, dalam sepekan terakhir saja telah terjadi dua kecelakaan tunggal di lokasi tersebut.
“Minggu lalu saja sudah dua kali pemotor terjatuh di tanjakan itu. Hampir setiap hari ada saja kecelakaan tunggal di lokasi tersebut,” katanya.
Ia menjelaskan, banyak pengendara tidak mengetahui adanya gelombang dan lubang di tengah jalan karena dari kejauhan permukaan jalan tampak mulus. Akibatnya, pengendara baru menyadari kondisi jalan saat berada di titik kerusakan sehingga kesulitan mengendalikan kendaraan.
Pengendara yang telah mengetahui kondisi jalan biasanya memilih melintas di sisi utara untuk menghindari bagian jalan yang bergelombang.
Eli mendesak instansi terkait segera melakukan perbaikan, setidaknya dengan meratakan permukaan jalan agar tidak kembali memakan korban.
Baca Juga:Porsadin VIII Tingkat Kabupaten Indramayu Ditutup, Kecamatan Karangampel Raih Juara Umum Bupati Lucky Hakim Gelontorkan Dana Hibah Rp13 Miliar untuk Guru MDT
“Jika tidak segera diperbaiki, bukan tidak mungkin akan muncul korban berikutnya. Kami berharap Pak KDM selaku Gubernur Jawa Barat dapat mendorong kementerian terkait agar segera memperbaiki ruas jalan ini, idealnya dengan pengecoran,” katanya.
Menurut Eli, sebagian besar korban merupakan karyawan pabrik yang melintas sepulang bekerja. Karena itu, ia berharap perbaikan segera dilakukan sebelum terjadi kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa. (ono)
