Belasan Ribu Hektare Sawah di Wilayah Indramayu Barat Terancam Krisis Air

krisis air indramayu.
Seorang petani melakukan aktivitas di lahan persawahan di Kabupaten Indramayu. Ribuan hektare sawah di wilayah Kecamatan Kandanghaur terancam mengalami krisis air akibat menurunnya debit air irigasi selama musim kemarau.
0 Komentar

INDRAMAYU – Sekitar 13.000 hektare lahan persawahan di wilayah Indramayu bagian barat (Inbar), khususnya di Kecamatan Kandanghaur, terancam mengalami krisis air akibat menurunnya debit air di saluran irigasi selama musim kemarau. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu yang terus melakukan berbagai upaya untuk meminimalkan risiko kekeringan, salah satunya melalui normalisasi saluran irigasi di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, Sugeng Heryanto mengatakan, pihaknya saat ini mengintensifkan pekerjaan normalisasi saluran irigasi guna mengatasi persoalan tersebut. Pengerukan sedimen lumpur terus dilakukan agar aliran air dari bendung utama dapat mengalir hingga ke area persawahan yang berada di bagian hilir atau ujung saluran distribusi. Di tengah keterbatasan debit air pada musim kemarau, optimalisasi infrastruktur irigasi dinilai menjadi solusi paling memungkinkan.

“Wilayah yang terdampak krisis air berada di Kecamatan Kandanghaur, mulai dari Desa Bugis hingga Desa Wirakanan, serta mencakup areal pertanian di Desa Soge dan Desa Parean. Total panjang saluran irigasi yang menjadi sasaran penanganan mencapai sekitar 20 kilometer,” ujarnya, Selasa (7/7).

Baca Juga:Serangan Hama Tikus Pangkas Hasil Panen di Persawahan Kecamatan LigungJalan Bergelombang, Waspadai Tanjakan Banjaran-Rancaputat

Sugeng menjelaskan, penanganan yang saat ini dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dinilai masih belum optimal untuk mengimbangi laju pengeringan lahan pertanian di Kecamatan Kandanghaur. Oleh karena itu, berbagai upaya percepatan terus dilakukan agar distribusi air ke lahan sawah dapat segera membaik.

Selain memfokuskan penanganan di wilayah Kandanghaur, DKPP Kabupaten Indramayu juga terus memantau sejumlah titik kritis lainnya, salah satunya di Sungai Pembuang Sewo. Di lokasi tersebut, saat ini sedang dilakukan pembendungan darurat sebagai langkah antisipasi untuk mencegah masuknya intrusi air laut dari kawasan Ujung Gebang yang berpotensi merusak kualitas tanah pertanian.

Air tawar yang tertampung dari hasil pembendungan tersebut selanjutnya akan dipompa menggunakan fasilitas mesin pompa bantuan dari Kementerian Pertanian. Air kemudian dialirkan ke lahan-lahan sawah tadah hujan di wilayah sekitar. Pemanfaatan pompa tersebut diharapkan mampu mengurangi dampak krisis air yang terjadi di Kecamatan Kandanghaur dan sekitarnya agar kondisinya tidak semakin parah.

0 Komentar