Kemarau, Debit Bendung Rentang Menyusut, Distribusi Air Irigasi Diperketat

Bendungan Rentang
Debit air di Bendung Rentang, Kabupaten Majalengka, mulai menyusut memasuki musim kemarau 2026 sehingga distribusi air irigasi untuk wilayah Majalengka, Cirebon, dan Indramayu diperketat.
0 Komentar

Dedi menambahkan, pengelola bendung terus melakukan evaluasi harian terhadap kondisi debit air, kebutuhan masing-masing daerah irigasi, serta pola tanam petani sebagai dasar pengaturan distribusi.

“Penyusutan debit pada musim kemarau merupakan kondisi yang rutin terjadi. Karena itu, distribusi air harus diatur secara cermat agar seluruh wilayah layanan tetap memperoleh pasokan sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Sejumlah petani di wilayah hilir mulai merasakan dampak berkurangnya debit air. Sebagian di antaranya telah mengoperasikan pompa tambahan untuk menjaga kelembapan lahan. Sementara petani yang berada di sekitar saluran utama mengaku pasokan air masih relatif mencukupi berkat sistem distribusi bergilir.

Baca Juga:Sanafi Terpilih Aklamasi, Bupati Lucky Hakim Buka Mukab VIII Kadin IndramayuBelasan Ribu Hektare Sawah di Wilayah Indramayu Barat Terancam Krisis Air

Pengelola Bendung Rentang berharap koordinasi antara pemerintah daerah, Unit Pengelola Irigasi, dan kelompok tani terus diperkuat agar distribusi air selama musim kemarau berjalan optimal. Dengan kondisi tampungan Waduk Jatigede yang masih berada pada level aman, kebutuhan irigasi di tiga kabupaten diperkirakan masih dapat terpenuhi. Namun, evaluasi akan terus dilakukan apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang dari perkiraan. (bae)

0 Komentar