RADARCIREBON.ID – Di tengah semarak Asia Afrika Festival (AAF) 2026, alunan musik tradisional mengiringi langkah anggun para penari berkebaya yang membawakan Tari Mapag Sri. Di hadapan ribuan pengunjung yang memadati kawasan Jalan Asia Afrika dan Jalan Braga Pendek, Bandung, budaya khas Cirebon tampil memikat, menyampaikan pesan tentang rasa syukur, persatuan, dan harapan akan kemakmuran.
Penampilan tersebut menjadi salah satu suguhan yang mencuri perhatian dalam festival bertema “Unity in Diversity, Rising in Harmony” yang digelar pada 11–12 Juli 2026. Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Kota Cirebon kembali dipercaya menjadi representasi budaya daerah di ajang internasional tersebut, sekaligus menandai keikutsertaan mereka untuk kedua kalinya.
Yang membuat penampilan kali ini semakin istimewa adalah hadirnya generasi muda. PBI Kota Cirebon menggandeng kelompok tari SMPN 15 Kota Cirebon untuk menampilkan Tari Mapag Sri secara kolaboratif. Perpaduan antara pengalaman para pegiat budaya dan semangat para pelajar menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga sarat makna.
Baca Juga:MPLS di Kota Cirebon Penuh Warna, Datang Sejak Subuh, Menangis hingga Guru Jadi "Ortu Instan"Masuk Tahun Ajaran Baru, Harga Ayam dan Minyak Goreng Curah Naik
Tari Mapag Sri merupakan simbol ungkapan syukur masyarakat agraris atas hasil panen sekaligus doa agar keberkahan dan kesejahteraan terus menyertai kehidupan. Nilai-nilai itulah yang ingin diperkenalkan kepada masyarakat luas melalui panggung Asia Afrika Festival.
Ketua PBI Kota Cirebon, Hj R Garnis Mutiara Shavira SH MH, mengatakan keikutsertaan dalam festival internasional tersebut bukan sekadar menampilkan sebuah tarian, melainkan membawa identitas budaya Cirebon agar semakin dikenal dunia.
“Keikutsertaan kami di Asia Afrika Festival 2026 merupakan wujud komitmen PBI Kota Cirebon dalam melestarikan budaya sekaligus memperkenalkan identitas budaya Cirebon kepada masyarakat dunia. Melalui Tari Mapag Sri dan balutan kebaya sebagai identitas perempuan Indonesia, kami ingin menunjukkan bahwa budaya lokal memiliki nilai luhur yang mampu menjadi jembatan persahabatan antarbangsa. Kami juga bangga dapat berkolaborasi dengan generasi muda dari SMPN 15 Kota Cirebon sebagai bentuk regenerasi pelestari budaya,” paparnya.
Kolaborasi lintas generasi itu menjadi pesan kuat bahwa pelestarian budaya tidak bisa hanya bertumpu pada komunitas seni. Keterlibatan pelajar menjadi investasi penting agar warisan budaya tetap hidup dan terus berkembang di tengah arus modernisasi.
