Bocah berprestasi itu terus merawat asanya untuk kembali memegang pensil gambar dan melangkah menuju gerbang sekolah barunya -tanpa pernah menduga bahwa tidak akan ada lagi pelukan hangat dari ayah, ibu, dan adiknya yang menyambut kepulangannya nanti.
DUKUNGAN DARI ISTRI WALI KOTA DAN DISDIK
Tragedi kemanusiaan di tanjakan Ciperna memantik respons cepat jajaran pimpinan daerah. Isak tangis Bunda Forum Anak Kota Cirebon, Noviyanti Edo SE, pecah saat menjenguk langsung Lovanya di ruang perawatan RSD Gunung Jati.
Noviyanti mengaku lemas dan sangat terpukul menyaksikan kondisi tragis yang menimpa salah satu peserta didiknya tersebut. Sebagai bentuk kepedulian nyata, Noviyanti secara pribadi langsung mengambil alih tanggung jawab awal pemulihan medis Lovanya selama masa-masing kritis ini. “Dari sisi pribadi saya, saya siap membantu dan menjamin kebutuhan pengobatan yang diperlukan,” jelas Noviyanti usai melakukan kunjungan langsung.
Baca Juga:Bentuk Satgas Libatkan APH untuk Penagihan Pajak, Akademisi: Konsepnya Gak GituPemkot Minim Inovasi Gali PAD, Tertinggal Jauh dari Daerah Lain, Akademisi: Perlu Langkah Strategis
Langkah taktis di level birokrasi pun langsung diinisiasi di lokasi perawatan. Noviyanti yang juga menjabat sebagai Ketua TP-PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kota Cirebon menegaskan tidak akan membiarkan anak berprestasi tersebut kehilangan masa depannya. Koordinasi cepat dengan Walikota Cirebon segera dilakukan guna merumuskan skema intervensi dan jaminan hidup jangka panjang dari jajaran pemerintah daerah.
Bagi Noviyanti, Lovanya merupakan salah satu aset berharga Kota Cirebon yang harus mendapatkan pengawalan khusus, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan predikat Kota Layak Anak. Respons cepat ini langsung ditindaklanjuti secara teknis oleh Dinas Pendidikan Kota Cirebon. Sektor pendidikan memberikan garansi penuh bahwa Lovanya tidak akan kehilangan hak belajarnya sedikit pun akibat musibah ini.
Lovanya dipastikan tetap memperoleh penilaian akademis yang layak, bimbingan berkala, hingga hak kelulusan berupa ijazah sekolah dasarnya. Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan Dasar Disdik Kota Cirebon, Dr Ade Cahyaningsih SPd MPd memastikan negara hadir untuk mengamankan seluruh kelanjutan sekolah anak berprestasi tersebut.
Jaminan pendidikan ini dirancang agar Lovanya tetap bisa belajar meski dalam keterbatasan fisik pascaoperasi. “Nantinya akan diberikan skema pembelajaran khusus dan tetap difasilitasi agar proses pendidikannya tidak terhenti,” ujar Ade.
