RADARCIREBON.ID – Keberhasilan Pesik Kuningan meraih posisi Runner Up Liga 4 Piala Presiden 2026 sekaligus memastikan promosi ke Liga 3 Indonesia, membangkitkan kembali kenangan masa kejayaan klub kebanggaan masyarakat Kuningan tersebut.
Salah satu yang mengenang perjalanan itu adalah mantan pelatih kepala Pesik Kuningan, Ade “Piit” Lesmana. Ia mengaku bangga melihat Laskar Kuda Ciremai kembali tampil di kompetisi nasional setelah sempat mengalami masa sulit dalam beberapa tahun terakhir.
“Atas nama pribadi saya mengucapkan selamat kepada seluruh keluarga besar Pesik Kuningan. Prestasi ini sangat membanggakan dan menjadi momentum kebangkitan sepak bola Kuningan,” ujar Ade.
Baca Juga:PKS Kritik Target PAD Kuningan Gagal, Kemandirian Fiskal Kuningan RendahPegawai PPPK Tempuh Jalur Hukum
Menurut Ade, promosi ke Liga 3 mengingatkannya pada perjalanan panjang Pesik yang dimulai dari Divisi II Regional Jawa Barat pada 2003. Berkat kerja keras seluruh tim, Pesik berhasil menembus Divisi II Nasional pada 2004 sebelum akhirnya promosi ke Divisi I Liga Indonesia pada 2005.
Keberhasilan tersebut mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Almarhum Bupati Kuningan H Aang Hamid Suganda bersama ribuan warga menyambut kepulangan tim di perbatasan Kabupaten Kuningan dan Cirebon. Saat itu, H Yayan Sofyan dipercaya sebagai manajer tim yang mengantarkan Pesik meraih promosi ke tingkat nasional.
Selama berkiprah di Divisi I Liga Indonesia pada periode 2005 hingga 2012, Pesik beberapa kali melakukan pergantian manajer dan pelatih. Di jajaran manajer tercatat nama H Abung Sugiarto, Dian Rachmat Yanuar, A Taufik Rohman, hingga Yudi Tolil. Sementara kursi pelatih pernah ditempati Tumpak Sihite, Maman Suryaman, Bambang Warsito, Ade “Piit” Lesmana, dan Anas Nasrun.
Ade menuturkan, keterbatasan anggaran yang dialami klub membuat performa Pesik terus menurun hingga akhirnya harus kembali berlaga di kompetisi Liga 4 Jawa Barat pada 2023.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pesik pernah diperkuat sejumlah pemain berbakat yang kemudian sukses di sepak bola nasional. Salah satunya adalah Andritany Andriansyah yang kini menjadi penjaga gawang Persija Jakarta.
Pada musim 2008/2009, Andritany bergabung bersama sejumlah pemain lokal seperti Lole Ardiles, Iwan Kurniawan, Apud Hidayat, Yusuf Bachtiar, Uus Rohana, dan Gilang Cahya Permana.
Ade berharap keberhasilan Pesik kembali promosi ke Liga 3 menjadi awal kebangkitan sepak bola Kabupaten Kuningan. Dengan dukungan pemerintah, manajemen, sponsor, dan masyarakat, ia optimistis Laskar Kuda Ciremai mampu kembali mengukir prestasi di kompetisi nasional. (*)
