Ia menambahkan, keberadaan hutan mangrove yang terus berkembang diharapkan memperkuat potensi wisata desa sehingga membuka peluang pasar baru bagi pelaku UMKM binaan PNM. Menurutnya, pelestarian alam dan pemberdayaan ekonomi harus berjalan beriringan agar memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Usai menerima penghargaan, Nursin mengaku bersyukur atas dukungan yang diberikan PNM selama beberapa tahun terakhir terhadap upaya konservasi yang dilakukan kelompoknya. Ia menyebut kolaborasi tersebut telah menghasilkan perubahan nyata bagi kawasan pesisir Desa Mundupesisir.
“Atas nama pribadi dan Pokmaswas Dharma Kencana, kami mengucapkan terima kasih kepada PNM yang selama 4 tahun terakhir sangat mendukung kegiatan konservasi kami. Sekitar 30.000 mangrove telah ditanam bersama dan hasilnya sekarang bisa dilihat, kawasan menjadi hijau dan terus berkembang. Mangrove adalah harapan bagi masa depan pesisir kami,” katanya.
Baca Juga:Sumber Air Berubah Rasa, Ribuan Warga Tanjakan Alami Krisis Air, BPBD Indramayu Kirim Tiga Tangki Air BersihBaznas dan PT Diamond Internasional Indonesia Salurkan 100 Paket Perlengkapan Sekolah
Menurut Nursin, keberadaan mangrove tidak hanya penting untuk menahan abrasi, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem laut karena menjadi tempat berkembang biaknya berbagai biota. Selain itu, mangrove berperan besar dalam menyerap karbon, menghasilkan oksigen, dan menjaga keberlanjutan sumber penghidupan masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai nelayan.
Ia berharap kemitraan antara PNM, pemerintah desa, dan kelompok masyarakat terus berlanjut agar kawasan mangrove semakin luas dan memberikan manfaat lebih besar.
“Dengan menanam mangrove, kita sedang menanam harapan bagi anak cucu kita. Selamat Hari Mangrove Sedunia, mari bersama menjaga pesisir yang berkelanjutan,” ucapnya.
Kepala Desa Mundupesisir, H. Khaerun, menjelaskan kawasan mangrove di desanya kini telah berkembang hingga mencapai sekitar sembilan hektare. Awalnya, penanaman dilakukan semata-mata untuk mengurangi abrasi pantai. Namun seiring waktu, kawasan tersebut berkembang menjadi destinasi wisata alam yang mulai menarik minat masyarakat.
“Dulu hanya beberapa pohon. Sekarang mangrove sudah mencapai sekitar 9 hektar. Selain melindungi pantai, kawasan ini mulai berkembang menjadi wisata yang memberikan suasana sejuk dan nyaman. Ke depan kami berharap semakin banyak wisatawan datang sehingga UMKM warga bisa berkembang dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya.
Melalui program Green Impact, PNM memperkuat peran dan perhatian perusahaan kepada lingkungan. Upaya PNM tidak berhenti pada akses permodalan bagi pelaku usaha ultra mikro. Lebih dari itu, PNM juga berupaya membangun ekosistem pemberdayaan yang mencakup aspek sosial, ekonomi, pendidikan, hingga pelestarian lingkungan.
