RADARCIREBON.ID – Dampak kemarau panjang turut dirasakan ribuan warga di Blok Kedung Jero, Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, Indramayu. Pasalnya, pada musim kemarau kali ini, sumber air dari sumur bor milik warga, selain mengalami penyusutan debit, rasanya juga menjadi asin. Sehingga, tidak layak untuk dikonsumsi.
Menyikapi permasalahan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu langsung melakukan upaya penanganan dengan mengirimkan bantuan air bersih kepada warga terdampak, Rabu (23/7).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Indramayu, Agus Yani menyatakan, pendistribusian air bersih dilakukan kepada warga di Blok Kedung Jero yang tersebar di lima rukun tetangga (RT), yakni RT 15, RT 16, RT 17, RT 18, dan RT 19. Bantuan tersebut disalurkan menggunakan tiga mobil tangki air yang masing-masing berkapasitas 5.000 liter.
Baca Juga:Baznas dan PT Diamond Internasional Indonesia Salurkan 100 Paket Perlengkapan Sekolah OPD Pemkab Majalengka Kampanye Antikorupsi Lewat Kolaborasi dan Inovasi
“Jadi, yang kita distribusikan sebanyak 15.000 liter air bersih untuk warga yang terdampak. Bantuan ini direncanakan akan diberikan selama tujuh hari sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujarnya.
BPBD Kabupaten Indramayu juga mencatat, hingga saat ini laporan yang masuk terkait wilayah terdampak krisis air baru berasal dari satu desa, yakni Blok Kedung Jero, Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng.
“Ini karena sumber air warga rasanya asin, sehingga tidak bisa digunakan untuk kebutuhan memasak. Jika nanti ada desa lain yang mengalami krisis air, pemerintah desa bisa melaporkan kepada kami agar bisa langsung ditindaklanjuti,” terangnya.
Sementara itu, Kuwu Tanjakan, Wadi mengatakan, selama ini warganya yang tinggal di Blok Kedung Jero masih mengandalkan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air. Namun, sumur bor yang menjadi sumber air tanah ikut mengalami penyusutan debit sehingga air berubah rasa menjadi asin dan tidak layak untuk dikonsumsi.
“Warga kami di sini sudah sekitar empat sampai lima bulan enggak ada hujan, kali juga enggak ada air. Sumur bor di sini kalau musim kemarau airnya asin, jadi enggak bisa dimanfaatkan sama sekali,” ujarnya.
Hal itu membuat pemerintah desa langsung mengambil langkah dengan meminta bantuan kepada BPBD Kabupaten Indramayu agar kebutuhan pasokan air bersih bagi warga dapat terpenuhi.
