“Kami telah menyiapkan 10 tandon air dan satu mobil tangki berkapasitas 4.000 liter untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, puncak musim kemarau dan kekeringan akan terjadi pada akhir Agustus 2026. Meski demikian, kondisi di Kabupaten Cirebon secara umum dinilai belum terlalu parah.
“Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, pompa sumur artesis air dalam yang berada di wilayah Cupang, Walahar, Beber, Greged, dan Sedong telah dioperasikan dan seluruhnya dilaporkan berfungsi dengan baik,” pungkasnya. (sam)
