Bupati Ajak Waspadai Kanker Anak, Deteksi Dini Dinilai Kunci Tingkatkan Peluang Kesembuhan

Ist 
SOSIALISASI KANKER: Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar mengajak tenaga kesehatan, kader PKK, dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala kanker pada anak melalui deteksi dini. 
0 Komentar

Selain tenaga kesehatan, kader PKK dan kader kesehatan juga dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi pihak yang paling dekat dengan masyarakat. Peran mereka diharapkan mampu mendorong deteksi dini melalui edukasi di lingkungan keluarga.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Dinas Kesehatan berharap tenaga Kesehatan, kader kesehatan dan kader PKK mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengenali gejala kanker sejak dini. Dengan diagnosis dan penanganan yang lebih cepat, peluang kesembuhan anak diharapkan semakin tinggi sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Ketua Yayasan Anyo Indonesia, Pinta Manulang Panggabean, mengapresiasi sambutan hangat Pemerintah Kabupaten Kuningan. Yayasan yang telah berdiri selama 14 tahun itu terus bergerak memberikan edukasi, pendampingan, serta bantuan bagi anak-anak penyintas kanker di berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga:Daging Ayam Tembus Rp40 RibuDandim Kuningan Resmikan Jembatan Garuda Desa Cibuntu 

Dalam sosialisasi tersebut diungkapkan bahwa Indonesia saat ini hanya memiliki sekitar 83 dokter spesialis hematologi onkologi anak, sementara setiap tahun diperkirakan muncul sekitar 11 ribu kasus baru kanker anak. Keterlambatan diagnosis masih menjadi tantangan besar yang memengaruhi angka kesembuhan pasien.

Sebagai bentuk motivasi, Yayasan Anyo Indonesia juga menghadirkan penyintas kanker mata (retinoblastoma), Siti Julia. Kehadirannya menjadi bukti bahwa kanker pada anak dapat dilawan apabila ditangani sejak dini dan mendapat dukungan keluarga maupun lingkungan.

Bupati Dian menegaskan, penanganan kanker anak membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, dunia usaha, organisasi sosial, kader PKK hingga masyarakat. “Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menyelamatkan masa depan anak-anak. Edukasi, kepedulian, dan deteksi sedini mungkin menjadi kunci agar mereka memperoleh kesempatan hidup yang lebih baik,” tegasnya. (ags)

0 Komentar