Ia menambahkan, Jembatan Garuda tidak hanya menjadi penghubung antara Dusun Sangareal dan Dusun Dayeuh, tetapi juga menjadi sarana penting untuk memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat.
Dengan akses yang lebih dekat dan aman, distribusi hasil pertanian serta perkebunan diharapkan semakin lancar. Selain itu, masyarakat juga dapat menjangkau sekolah, fasilitas kesehatan, serta berbagai layanan publik dengan waktu tempuh yang lebih singkat.
“Jembatan ini bukan hanya menjadi sarana penghubung antara dua dusun, tetapi juga menjadi akses yang akan memperlancar aktivitas masyarakat sehari-hari,” ujarnya.
Baca Juga:Bupati Cup 2026 Dibuka 1 Agustus, Kick Off di Lapangan Desa Ciawi LorDesa Tugumulya Kuningan Jadi Kampung Sosial, Apa Maksudnya?
Hafda menegaskan, Kodim 0615/Kuningan akan terus mendukung berbagai program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Sebagai satuan teritorial, Kodim berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan pemerataan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan warga.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda sendiri merupakan bagian dari program pemerintah yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan TNI Angkatan Darat. Secara nasional, program tersebut bertujuan memperkuat konektivitas antarwilayah, membuka akses daerah, mempercepat mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi melalui kemudahan akses menuju pusat pendidikan, layanan kesehatan, dan sentra kegiatan ekonomi.
Dengan selesainya pembangunan Jembatan Garuda di Desa Cibuntu, masyarakat kini memiliki akses yang lebih aman, cepat, dan nyaman. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan aktivitas sosial maupun ekonomi warga sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di wilayah Kecamatan Cigandamekar. (ags)
