Puluhan lapak penjual bendera Merah Putih dan aneka pernak-pernik khas 17 Agustus juga mulai bermunculan di sepanjang Jl Fatahillah, Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Salah seorang pemilik kios, Febri (37), mengatakan dirinya bersama sang istri telah berjualan bendera dan perlengkapan perayaan kemerdekaan sejak 2018.
Febri dan sang istri melanjutkan usaha yang sebelumnya dirintis oleh orang tuanya. Hal itu disampaikannya saat ditemui di kiosnya, Rabu (5/8/2026). “Kalau jualan setiap hari memang buka, tetapi khusus bendera dan pernak-pernik 17 Agustusan kami mulai buka penuh sejak awal Juni. Biasanya ramai seminggu sebelum 17 Agustus, tapi sekarang pembeli sudah mulai banyak berdatangan,” ujarnya.
Menurut Febri, pelanggan tidak hanya berasal dari masyarakat umum, tetapi juga berbagai instansi pemerintah dan lembaga yang telah menjadi langganan setiap tahun. Mereka umumnya membeli dalam jumlah besar. “Kalau instansi seperti kantor pemerintahan, DPR, sampai pengadilan biasanya beli borongan. Kalau masyarakat lebih banyak beli eceran,” katanya.
Baca Juga:Terlalu! Cuma Rp14 Ribu Sehari, Target Retribusi Parkir Per Titik Lokasi di Kabupaten CirebonProgram MBG di SDN 1 Gujeg Dihentikan Sementara, Kesepakatan Orang Tua Siswa dan Sekolah
Meski demikian, ia mengakui tingkat penjualan tahun ini masih belum menyamai tahun-tahun sebelumnya. Namun, ia tetap bersyukur karena permintaan masih terus mengalir. “Kalau dibanding dulu memang agak berkurang, tapi alhamdulillah masih banyak yang beli,” ucapnya.
Berbagai perlengkapan perayaan kemerdekaan tersedia di kios miliknya, mulai dari bendera Merah Putih, umbul-umbul, lampu hias, hingga beragam aksesori dan pernak-pernik bernuansa merah putih. Harga bendera dibanderol mulai Rp10 ribu hingga Rp250 ribu, tergantung ukuran dan bahan. Untuk bendera berbahan drill berukuran 180 x 120 sentimeter dijual hingga Rp250 ribu. Sementara pernak-pernik lainnya dipasarkan mulai Rp5 ribu hingga Rp100 ribu.
Febri menyebut, produk yang paling banyak dicari pembeli masih didominasi umbul-umbul dan bendera. Selain itu, lampu hias juga mulai banyak diminati untuk mempercantik lingkungan menjelang perayaan kemerdekaan. Ia menjelaskan, bendera dan umbul-umbul yang dijual merupakan hasil produksi sendiri di Watubelah. Sementara berbagai aksesori dan pernak-pernik lainnya masih dipasok dari daerah lain.
Febri menuturkan, usahanya pernah memasok bendera dan umbul-umbul ke berbagai daerah di Sumatera, seperti Medan, Bangka Belitung, dan Palembang, serta sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Tapi kini pemasaran lebih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Cirebon dan sekitarnya. “Kami dulu sempat kirim ke luar daerah sampai Sumatera. Sekarang lebih fokus memenuhi permintaan di Cirebon dan sekitarnya,” katanya. (*)
