Menariknya, seni genjring dalam pembukaan dimainkan langsung oleh karyawan BUMDes Arya Kamuning. Para karyawan tersebut selama ini turut mengelola sejumlah objek wisata yang menjadi potensi unggulan Desa Kaduela, di antaranya Telaga Biru Cicerem, serta wisata kolam renang dan edukasi Sideland.
Ratusan penonton mendatangi Lapangan Janggala Manik Mini Soccer hingga sore hari. Dukungan warga dari masing-masing dusun membuat pertandingan berlangsung semarak, sekaligus menjadi ruang pertemuan dan kebersamaan masyarakat Desa Kaduela.
Seluruh kepanitiaan kegiatan juga melibatkan karyawan dan karyawati BUMDes Arya Kamuning yang merupakan warga setempat. Iim menyebut keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya BUMDes mengoptimalkan peran sumber daya lokal dalam berbagai kegiatan masyarakat.
Baca Juga:Percepat Akses Ekonomi Desa Cipancuh, Kodim Indramayu Bersama Warga Bangun Jembatan Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Majalengka Capai Rp41,2 M
“Panitianya semua dari karyawan BUMDes. Alhamdulillah, semua yang mendukung kegiatan ini berasal dari BUMDes,” ungkap Iim.
Panitia menyiapkan hadiah bagi para juara. Juara pertama mendapatkan Rp2 juta, juara kedua Rp1,5 juta, sedangkan juara ketiga memperoleh Rp1 juta.
Iim berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai perayaan HUT RI. Setelah sekitar 5 tahun tidak menggelar turnamen sepak bola, BUMDes Arya Kamuning ingin kembali menjadikan kompetisi olahraga sebagai kegiatan yang rutin untuk menggali potensi masyarakat.
“Harapan kami sebagai BUMDes, bagaimana terus melestarikan dan mengembangkan potensi-potensi yang ada di Desa Kaduela, khususnya di olahraga,” tutur Iim.
Kembalinya turnamen sepak bola antardusun ini menjadi langkah awal menghidupkan kembali tradisi kompetisi olahraga di Desa Kaduela. Pesona Kaduela Janggala Manik Mini Soccer 2026 pun diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan sekaligus ruang lahirnya bibit-bibit pesepak bola muda dari desa tersebut. (bud)
