TMMD ke-129 Tuntas di Cirebon, Jalan 660 Meter hingga Air Bersih Kini Bisa Dipakai Warga

penutupan TMMD ke-129
PEDULI: Bupati Cirebon Drs H Imron MAg memberikan bantuan kepada warga saat penutupan TMMD ke-129 di Desa Luwungkencana, kemarin. FOTO: DENY HAMDANI/RADAR CIREBON
0 Komentar

Sekitar 500 pohon juga ditanam di Desa Luwungkencana sebagai bagian dari kegiatan penghijauan.

Menurut Agus, TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Program tersebut juga memiliki sasaran nonfisik berupa edukasi, sosialisasi, dan literasi kepada masyarakat.

Materi yang diberikan mencakup keamanan dan ketertiban masyarakat dengan melibatkan kepolisian, kesehatan dan penanganan stunting, hingga penyuluhan di bidang pertanian dan peternakan.

Baca Juga:Lepas Kontingen Ikuti Jamnas XII, Ini Pesan Penting dari Ketua DPRD Cirebon Sebanyak 32 Pelajar Terpilih Kota Cirebon Berangkat ke Jambore Nasional

“Selain sasaran fisik, TMMD ini juga ada sasaran nonfisik berupa edukasi, sosialisasi, dan literasi kepada masyarakat,” terang Agus.

Agus menegaskan, TMMD merupakan bagian dari pembinaan teritorial TNI. Karena itu, kegiatan tersebut tidak sekadar membangun fasilitas, tetapi juga membantu pemerintah daerah dan masyarakat menangani berbagai persoalan di desa.

“TMMD ini bukan hanya kegiatan TNI, tapi kegiatan yang kolaboratif, bersinergi dengan pemerintah daerah,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemkab Cirebon terhadap pelaksanaan TMMD ke-129 di Luwungkencana.

Agus menekankan, berakhirnya program bukan berarti tanggung jawab terhadap hasil pembangunan ikut selesai. Masyarakat diharapkan menjaga dan merawat seluruh fasilitas yang telah dibangun.

Semangat gotong royong yang terbentuk selama pelaksanaan TMMD juga diharapkan terus hidup setelah personel TNI meninggalkan lokasi.

“Yang penting adalah sesuai dengan tema, membangun dari desa. Dan yang lebih penting lagi, kita selalu solid, selalu guyub, TNI Manunggal dengan Rakyat,” pungkasnya. (den/adv)

0 Komentar