HUT ke-81 RI, Pemkab Majalengka Pamerkan Capaian: Ekonomi Tumbuh 6,86% dan Surplus Beras 122.421 Ton

Upacara HUT ke-81 RI tingkat Kabupaten Majalengka
Upacara HUT ke-81 RI tingkat Kabupaten Majalengka digelar di Lapang Gelanggang Generasi Muda (GGM), Senin (17/8/2026),
0 Komentar

Seiring pertumbuhan ekonomi dan investasi, tingkat pengangguran terbuka (TPT) berhasil ditekan menjadi 3,62 persen. Persentase penduduk miskin juga menurun menjadi 10,31 persen, menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi mulai berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Ketahanan Pangan: Surplus Beras dan Jagung

Di sektor pangan, Majalengka menunjukkan kemandirian yang mengesankan. Hingga Juli 2026, kabupaten ini mencatat surplus beras 122.421 ton. Angka tersebut berasal dari total ketersediaan 294.086 ton, sementara kebutuhan masyarakat mencapai 171.666 ton. Komoditas jagung juga mencatat surplus 13.755 ton—menegaskan posisi Majalengka sebagai lumbung pangan penting di Jawa Barat.

Ketahanan pangan tersebut didukung pembangunan infrastruktur pertanian yang masif. Pada 2026, Pemkab Majalengka menangani jalan sepanjang 117 kilometer sehingga tingkat kemantapan jalan daerah mencapai 90,95 persen. Akses transportasi yang lebih baik memudahkan distribusi hasil pertanian.

Baca Juga:HUT ke-81 RI di SMKN 3 Kuningan, Semarak Kemerdekaan Eratkan KekeluargaanTrisakti Cirebon Open 2026 Mulai Dilirik Pebulutangkis di Berbagai Daerah, Total Hadiah Mencapai Rp95 juta

Pemerintah juga membangun 119 unit irigasi perpompaan, 37 unit irigasi perpipaan, serta 27 titik sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) dengan nilai investasi Rp48,6 miliar. Rehabilitasi jaringan irigasi juga dilakukan di 12 daerah irigasi dengan cakupan 556 hektare melalui dukungan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2025 bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung.

Tantangan dan Optimisme ke Depan

Bupati Eman mengakui bahwa efisiensi anggaran masih menjadi tantangan dalam pembiayaan pembangunan daerah. Namun, ia optimistis inovasi pendanaan dan partisipasi aktif masyarakat dapat mendukung terwujudnya visi pembangunan Majalengka “Langkung SAE” secara berkelanjutan.

“Kami percaya, dengan gotong royong dan kolaborasi, Majalengka akan terus melangkah maju,” tutupnya penuh harap.

Majalengka Terus Melaju

Di usia kemerdekaan yang ke-81, Majalengka menunjukkan bahwa semangat pembangunan tidak pernah padam. Dari pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Jawa Barat, surplus pangan yang melimpah, hingga perbaikan kualitas hidup masyarakat—semua menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat mampu mendorong perubahan berarti. Tantangan anggaran tetap ada, namun optimisme dan inovasi menjadi kunci untuk terus melangkah menuju Majalengka yang lebih sejahtera. (bae)

0 Komentar