Kekeringan Melanda Desa Cangkring di Cirebon, 1.000 Warga Kesulitan Air Bersih

kekeringan
ANTRE: Jajaran Polresta Cirebon bersama Pemdes Cangkring menyalurkan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan, kemarin. FOTO: KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Kekeringan melanda sejumlah wilayah di Desa Cangkring, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon.

Kondisi tersebut telah berlangsung sekitar dua bulan akibat hujan yang tak kunjung turun.

Sedikitnya 300 kepala keluarga (KK) atau lebih dari 1.000 jiwa terdampak kekeringan. Warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, memasak hingga mencuci.

Baca Juga:Laki-Laki Ungguli Perempuan, Penduduk Kota Cirebon Capai 360.099 JiwaMusim Kemarau, Waspadai Kekeringan dan Kebakaran

Salah seorang warga Cangkring, Siti Eni mengatakan, sumber air di sekitar rumahnya mulai sulit diperoleh sejak hujan berhenti turun.

“Sudah sekitar dua bulan. Sejak hujan tidak lagi turun, air mulai sulit,” kata Siti Eni, Selasa (18/8).

Untuk kebutuhan minum dan memasak, Siti terpaksa membeli air galon isi ulang. Sementara kebutuhan mandi dan mencuci dipenuhi dengan mengambil air dari sumur yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumahnya.

Kondisi tersebut membuat warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan air bersih.

Selain membeli air untuk kebutuhan konsumsi, warga juga harus menempuh jarak cukup jauh untuk mengambil air dari sumber yang masih tersedia.

Siti mengaku bersyukur dengan adanya bantuan air bersih yang disalurkan ke wilayahnya.

Menurutnya, droping air tersebut cukup membantu meringankan kebutuhan warga di tengah kondisi kekeringan. “Alhamdulillah ada droping air. Sedikit membantu kebutuhan air sehari-hari,” akunya.

Baca Juga:Direktur SDM Pelindo Tinjau Pelabuhan Dorong KDKMP Jadi Penggerak Ekonomi Desa, Pemkab Cirebon Siapkan Ratusan Armada

Kuwu Desa Cangkring, Hj Aidah mengatakan, kekeringan terjadi di sejumlah wilayah desa, terutama kawasan yang belum terlayani program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Di antaranya Blok Karanganyar dan sebagian wilayah Blok Kisen. “Sudah sekitar dua bulan. Kalau hujan tidak turun seperti sekarang, ya kekeringan,” kata Aidah.

Menurutnya, warga terdampak membutuhkan air untuk berbagai keperluan rumah tangga. Sebagian warga bahkan harus membeli air karena sumber air yang tersedia tidak mencukupi.

“Untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, masak dan mencuci, rata-rata banyak yang beli air,” ujarnya.

Untuk membantu warga terdampak, Polresta Cirebon menyalurkan air bersih ke Desa Cangkring.

Aidah berharap, distribusi air bersih dapat terus dilakukan selama kondisi kekeringan masih berlangsung, sehingga kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi. (awr)

0 Komentar