Kisah Ahmad Khoeri, Guru Indramayu Pengelola 10.000 Buku yang Bawa Literasi ke Desa dengan Motor

Ahmad Khoeri, pegiat literasi di Kabupaten Indramayu
Ahmad Khoeri, pegiat literasi di Kabupaten Indramayu berharap, HUT RI tahun ini bisa mewujudkan pemerataan akses pengetahuan hingga ke pelosok desa.
0 Komentar

Merawat Tradisi Lokal di Tengah Arus Modernisasi

Selain menggerakkan literasi membaca dan menulis, Ahmad Khoeri secara aktif merawat dan mendokumentasikan tradisi lokal Indramayu melalui tulisan. Ia ingin nilai-nilai filosofis budaya tetap dihayati oleh generasi muda di tengah arus modernisasi yang kian deras.

Ia juga menilai, tantangan terbesar generasi muda bukan lagi kekurangan informasi, melainkan melimpahnya arus informasi tanpa diimbangi kemampuan berpikir kritis dan daya pilah yang cukup.

“Anak muda tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu menjadi pribadi yang kritis, kreatif, produktif, dan berkarakter,” sambungnya.

Literasi: Kemampuan Memahami Kehidupan

Baca Juga:Damkar Indramayu Edukasi Pengelola dan Pemulung TPA PecukBupati Majalengka Lepas 25 Pemain Persima U-17, Targetkan Empat Besar Piala Soeratin 2026

Bagi Ahmad Khoeri, literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi adalah kemampuan memahami kehidupan, membaca keadaan, memilah informasi, berdialog, berkarya, dan mengambil keputusan secara bijak. Inilah yang ia tanamkan kepada anak-anak desa melalui setiap buku yang ia bawa dan setiap kegiatan yang ia selenggarakan.

Menatap Indonesia Emas 2045 dari Desa

Menatap masa depan Indonesia di usia ke-81 serta menyongsong Indonesia Emas 2045, Ahmad Khoeri berharap pemerataan akses pengetahuan dapat terwujud hingga ke pelosok desa. Ia menekankan bahwa kemajuan bangsa harus sejalan dengan penguatan karakter, pemikiran kritis, dan kelestarian identitas budaya lokal.

“Satu buku dapat mengubah cara seseorang berpikir, satu guru dapat mengubah masa depan seorang anak, dan satu gerakan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat mengubah sebuah masyarakat. Kemerdekaan adalah tanggung jawab untuk memastikan semakin banyak orang memiliki kesempatan untuk belajar, tumbuh, dan menentukan masa depannya sendiri,” tuturnya.

Dedikasi Tanpa Batas untuk Literasi Bangsa

Kisah Ahmad Khoeri adalah bukti bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui pengabdian di bidang literasi. Dari sebuah kecintaan pada buku, ia membangun Perpustakaan S16 dengan 10.000 judul, menjangkau anak-anak desa melalui motor literasi, merawat budaya lokal, dan meraih penghargaan nasional. Ia mengingatkan kita bahwa kemerdekaan sejati adalah ketika setiap orang memiliki kesempatan untuk belajar, tumbuh, dan menentukan masa depannya sendiri—terlepas dari di mana ia dilahirkan. (oni)

0 Komentar