Pesan Damai di Balik Denting Gamelan, Diplomasi Kultural Wali Songo yang Bertahan Ratusan Tahun

Gong Sekati
GONG SEKATI: Keraton Kanoman Cirebon membersihkan Gong Sekati, instrumen dakwah bersejarah peninggalan abad ke-15, Sabtu (22/8/2026), menjelang prosesi Awit Mungel. FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON
0 Komentar

Tradisi lain yang selalu menyertai prosesi pencucian adalah antusiasme masyarakat yang berebut air bekas pencucian Gong Sekati. Sebagian warga meyakini air tersebut membawa berkah karena berkaitan dengan benda pusaka peninggalan para wali.

Keraton Kanoman menilai tradisi tersebut merupakan bagian dari kepercayaan yang telah diwariskan secara turun-temurun di tengah masyarakat.

“Banyak masyarakat yang percaya dan mengambil berkah dari air tersebut,” tutur Ratu Mawar.

Baca Juga:Resmi Ditutup, Hanya Satu Calon yang Daftar Ketua Kadin Cirebon2027, PPPK Paruh Waktu Berpeluang Diangkat Penuh Waktu, Ini Kata BKPSDM Cirebon

Setelah dibersihkan dan dipastikan dalam kondisi baik, Gong Sekati akan ditabuh dalam prosesi Awit Mungel. Tradisi ini menjadi penanda dimulainya rangkaian peringatan hari besar Islam di lingkungan Keraton Kanoman sekaligus menghidupkan kembali semangat dakwah damai yang diwariskan para Wali Songo sejak ratusan tahun lalu. (*)

Laman:

1 2
0 Komentar