RADARCIREBON.ID -Pendaftaran Calon Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Kabupaten Cirebon resmi ditutup.
Hasilnya, hanya satu calon yang resmi mendaftar dan memenuhi persyaratan. Yakni, Direktur Adrian Trans, Ari Prasetyo.
Dengan hanya satu kandidat, proses pemilihan Ketua Kadin Kabupaten Cirebon dipastikan melalui Musyawarah Kabupaten (Mukab) akan ditempuh melalui mekanisme musyawarah mufakat atau aklamasi.
Baca Juga:2027, PPPK Paruh Waktu Berpeluang Diangkat Penuh Waktu, Ini Kata BKPSDM CirebonTRIKARSA Fest 2026 Berakhir, Peluang Ekonomi Ciayumajakuning Terus Berjalan
Pj Ketua Kadin Kabupaten Cirebon, Dadang Joeanda mengatakan, seluruh tahapan pendaftaran telah dilaksanakan sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Kadin.
“Yang daftar cuma satu, yakni Direktur Adrian Trans, Ari Prasetyo. Kalau hanya satu kandidat, otomatis pelaksanaannya melalui musyawarah mufakat atau aklamasi,” ujar Dadang kepada Radar Cirebon, Kamis (20/8).
Dijelaskannya, calon tunggal tersebut juga telah melalui proses verifikasi. Seluruh dokumen dan persyaratan yang ditetapkan panitia dinyatakan lengkap dan memenuhi ketentuan.
Menurutnya, setiap tahapan juga terus dikoordinasikan dengan Kadin Jawa Barat untuk memastikan pelaksanaan Mukab berjalan sesuai aturan organisasi.
“Mukab Kadin sendiri dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026, di Hotel Patra Jasa Cirebon,” katanya.
Diakui Dadang, sejumlah pihak telah diundang, termasuk bupati Cirebon. Dadang berharap, seluruh anggota Kadin dapat hadir tepat waktu sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
“Kami mengundang seluruh anggota Kadin untuk hadir tepat waktu. Pak Bupati juga sudah kami undang. Mudah-mudahan seluruh proses berjalan lancar tanpa ada gangguan apa pun,” tuturnya.
Baca Juga:Kembalikan Fungsi RTH, Bangunan Liar di Harjamukti DiratakanManusia Gerobak Makin Marak di Kota Cirebon
Selain anggota Kadin, pihaknya juga mengundang jajaran Kadin kabupaten/kota se-Jawa Barat untuk hadir dalam agenda Mukab.
Ditegaskannya, keberadaan Kadin tidak sebatas berkaitan dengan dunia usaha. Organisasi ini memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk membuka peluang investasi dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai sektor.
“Kadin itu mencari investor dan peluang untuk membantu pemerintah membangun perekonomian di segala bidang. Termasuk dengan perbankan, akademisi, sektor kesehatan dan lainnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, peran Kadin berbeda dengan organisasi pengusaha yang lebih berfokus pada sektor konstruksi dan pekerjaan proyek.
“Kadin cakupannya lebih luas, bagaimana dunia usaha bisa ikut mendorong perekonomian daerah,” pungkasnya. (sam)
