RADARCIREBON.ID – Kebakaran Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru, Kabupaten Kuningan, belum sepenuhnya teratasi. Tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mengantisipasi bara yang kembali memicu titik api.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana mengatakan, penanganan kebakaran masih terus dilakukan dengan mengerahkan sekitar 75 personel gabungan. Tim bekerja sejak pagi hingga menjelang malam, dengan menyisir sejumlah sektor yang masih mengeluarkan asap maupun terdapat titik api.
“Penanganan masih terus kami lakukan. Tim gabungan sekitar 75 orang dikerahkan untuk pemadaman dan pendinginan di beberapa titik, terutama di sektor utara, selatan, timur dan bagian tengah TPSA,” katanya.
Baca Juga:Perkuat Pembinaan dan Pelayanan Jamaah Haji, Jamaludin Malik Nakhodai PFK KBIHU CirebonEris Sugiyanto Pimpin Lapas Kuningan
Menurutnya, berdasarkan hasil pemantauan terakhir, titik api mulai berkurang. Meski demikian, beberapa titik api kecil masih ditemukan di sektor tengah sehingga proses pendinginan harus dilakukan secara berulang untuk memastikan bara di dalam tumpukan sampah benar-benar terkendali.
Indra memastikan api sejauh ini masih dapat dilokalisasi di dalam kawasan TPSA. Kobaran api juga belum merambat ke lahan milik warga yang berada di sekitar lokasi.
“Api masih terlokalisir di area TPSA dan tidak sampai ke lahan warga. Namun, beberapa titik api kecil di sektor tengah masih harus ditangani agar tidak kembali membesar,”ujarnya.
Demi memastikan efektivitas operasi, BPBD Kuningan juga menggunakan drone thermal untuk memetakan citra dan mendeteksi titik-titik panas yang tidak selalu terlihat secara kasatmata. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan strategi pemadaman berikutnya.
“Pengambilan citra menggunakan drone thermal dilakukan sebagai acuan rencana operasi selanjutnya. Dari hasil pemantauan, titik api mulai berkurang dan proses pendinginan akan kembali dilakukan,”jelasnya.
Pada Minggu pagi, tim gabungan terlebih dahulu melaksanakan apel dan briefing sebelum bergerak ke sektor-sektor yang masih membutuhkan penanganan. Personel kemudian dibagi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik api yang berada di sisi utara, selatan, timur serta sektor tengah.
Dalam operasi tersebut, Damkar Kuningan menjadi salah satu unsur utama dalam pemadaman, sementara BPBD melakukan pendinginan, pemantauan, koordinasi serta monitoring perkembangan titik api.
