Ia mendorong perusahaan ISP melakukan pembenahan administrasi melalui empat tahap, yakni pemetaan pelanggan dan transaksi, rekonsiliasi data, pelengkapan dokumen dan aset, serta penerapan tax closing bulanan yang terintegrasi dengan laporan keuangan.
Seminar juga menghadirkan trainer keuangan Siti Nadia. Ia mengingatkan pelaku usaha agar tidak hanya mengejar pertumbuhan pelanggan dan omzet, tetapi juga memahami kondisi laba, arus kas, piutang, dan aset perusahaan.
“Pemilik usaha perlu memahami perbedaan antara omzet, laba, dan kas,” katanya.
Baca Juga:Menginap di Aston Cirebon Jadi Momen Berkesan bagi Suhadi Veteran Operasi DwikoraCuma Sita Enam Botol Miras, Polisi “Obok-obok” Tempat Hiburan Malam di Kompleks CSB
Nadia juga menekankan pentingnya pencatatan aset infrastruktur seperti router, server, OLT, switch, kabel serat optik, dan menara, termasuk nilai perolehan, masa manfaat, lokasi, serta penyusutannya.
Melalui kolaborasi tersebut, BPC HIPMI Kota Cirebon dan Paguyuban ISP Ciayumajakuning berharap terbangun kemitraan yang berkelanjutan dan menghasilkan peluang usaha nyata.
Kolaborasi itu sekaligus mendorong perusahaan ISP untuk memiliki infrastruktur yang terkelola, administrasi keuangan yang tertib, serta kepatuhan perpajakan yang lebih baik.
“Semangatnya adalah jaringan kuat, keuangan sehat, pajak tepat,” pungkasnya. (apr/opl)
