RADARCIREBON.ID – Rasio jumlah siswa sekolah dasar yang turut belajar di madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) cukup mengkhawatirkan. Data dari Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (MDT) Hanya sekitar 45% siswa SD yang turut belajar di MDT.
Situasi ini mendorong Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh NU (LAZISNU) Kabupaten Cirebon menggandeng sejumlah lembaga untuk mengadakan Workshop Manajemen Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) di SD SAI ISLAMIC FULL DAY SCHOOL di Ciwaringin, Cirebon.
“Tantangan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) semakin beragam yang di antaranya bermuara di masalah manajerial,” ujar Ade Faizal Alami, Ketua LAZISNU yang juga Ketua Panitia acara tersebut.
Baca Juga:Bupati Cirebon Resmikan SD SAI Islamic Full Day School, Dorong Pendidikan Islam Kuasai Agama, Sains dan BudayaPrabowo Kirim 200 Becak Listrik ke Kuningan, Untuk Lansia Tetap Produktif Cari Nafkah
Untuk meningkatkan kapasitas manajemen MDT, workshop yang dibuka oleh Ketua PCNU Kabupaten Cirebon KH Aziz Hakim Syaerozie, menghadirkan tiga narasumber ; Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Kasi PD Pontren), Ahmad Kholiq; Ketua FKDT Fakhruroji; dan Ketua Lembaga Pendidikan Maarif NU, Mushofa Jazuli.
Tercatat 120 peserta dari perwakilan 89 MDT hadir dalam workshop tersebut. Sebelum acara dimulai, peserta mendapatkan Buku Penyelenggaraan Manajemen MDT yang diserahkan oleh H. Imron Rosadi, Pembina Yayasan Sa’diyah Imron yang sebagai fasilitator acara tersebut.
Kasi PD Pontren Ahmad Khaliq berharap melalui kegiatan ini para peserta dapat mengelola MDT secara profesional, “sehingga semakin banyak orangtua siswa sekolah dasar yang juga mendaftarkan anaknya di madrasah Diniyah,” pungkasnya.
