Menurutnya, warga menilai persoalan banjir berkaitan dengan kondisi lahan perumahan yang lebih rendah. Ia menyebut pengembang sebelumnya mengakui adanya kekurangan urugan sehingga permukaan lahan menjadi rendah dan rentan terdampak banjir.
“Masalahnya, kenapa kami sangat menuntut pihak pengembang, karena kesalahannya jelas ada di pihak pengembang, yaitu urugannya kurang. Mereka juga menyatakan memang ada yang dikurangi urugannya, sehingga dataran kami rendah dan selalu terkena banjir,” ujarnya.
Sufyan mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan warga meminta DPRD Kabupaten Cirebon memfasilitasi pertemuan dengan pihak pengembang untuk membahas persoalan banjir yang mereka alami.
Baca Juga:Knalpot Bising Kena Razia, Satlantas Kuningan Tertibkan Puluhan MotorBupati Sebut Karhutla Kawasan TNGC Kuningan Capai 40 Hektare
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Dr Sophi Zulfia SH MH mengatakan, surat permohonan audiensi dari warga telah diterima.
Pihaknya akan menelaah terlebih dahulu permohonan tersebut sebelum menentukan tindak lanjut terkait persoalan banjir yang dikeluhkan warga. (awr)
