Menurutnya, pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan BPBD, TNI-Polri, BTNGC serta unsur terkait lainnya. Kolaborasi tersebut diperlukan karena titik kebakaran berada di kawasan dengan medan yang cukup berat.
Sebanyak 37 anggota MPA yang mayoritas merupakan petani hutan dikerahkan untuk melakukan pendinginan dan penyisiran. Mereka fokus pada area batas antara lahan yang telah terbakar dan kawasan yang belum terbakar, karena titik tersebut dinilai masih berpotensi menyimpan bara.
“Proses mop-up dan pendinginan dilakukan untuk menyisir bara-bara yang masih aktif, terutama di ujung kebakaran antara area yang terbakar dan area yang belum terbakar. Bara bisa kembali berpotensi menyala ketika terhembus angin dan mendapat oksigen,” ujar Nandar.
Baca Juga:Komplotan Geng Motor Takluk, Delapan Remaja Diamankan karena Resahkan WargaBukti Pengelolaan ASN Makin Berkualitas, Pemkab Majalengka Borong Lima Penghargaan BKN
Untuk memastikan kondisi kawasan, BTNGC juga mengerahkan drone guna memantau sejumlah titik rawan, termasuk Blok Erpah dan Blok Jalan Maling. Dari pemantauan tersebut, tidak lagi terlihat kepulan asap maupun titik api di lokasi yang disisir petugas.Patroli gabungan masih dilakukan hingga Sabtu untuk mengantisipasi munculnya titik api baru. Sejumlah kendaraan pengangkut tandon air, pompa dan peralatan pemadaman turut disiagakan untuk mempercepat penanganan jika kembali ditemukan bara atau api.
Sementara itu, luas area yang terbakar dalam kejadian terbaru selama dua hari terakhir masih dalam proses pendataan petugas.
Sebelumnya, peristiwa karhutla di kawasan TNGC dimulai pada Senin hingga Rabu (9/9/2026) dan menghanguskan sekitar 40 hektare lahan di Blok Cileutik hingga Manguntapa sebelum berhasil dipadamkan pada Rabu malam.
Munculnya kembali api pada Jumat menjadi perhatian petugas karena terjadi di sekitar area bekas kebakaran. Kondisi tersebut memperlihatkan padamnya api di permukaan belum sepenuhnya menghilangkan potensi bara, sehingga proses pendinginan, mop-up dan patroli menjadi bagian penting dalam memastikan kawasan benar-benar aman dari ancaman kebakaran susulan. (bud)
