Komplotan Geng Motor Takluk, Delapan Remaja Diamankan karena Resahkan Warga

Jajaran tim URC Polres Indramayu menangkap komplotan geng motor
Jajaran tim URC Polres Indramayu menangkap komplotan geng motor yang meresahkan warga Sukaperna, Kamis (10/9) malam.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Satreskrim Polres Indramayu bergerak cepat menindaklanjuti video yang beredar di media sosial (medsos) terkait dugaan aksi tawuran antarkelompok remaja. Kejadiannya di wilayah Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Satreskrim Polres Indramayu bersama Polsek Tukdana melakukan penyelidikan dan pada Kamis (10/9), sekitar pukul 20.00 WIB. Petugas mengamankan delapan laki-laki di sejumlah lokasi di wilayah Desa Sukaperna, Tukdana, Kerticala, dan Pakedangan, Kecamatan Tukdana.

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo PM melalui Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Muchammad Arwin Bachar membenarkan pengamanan terhadap delapan remaja oleh Tim URC Resmob Polres Indramayu dan Polsek Tukdana.

Baca Juga:Bukti Pengelolaan ASN Makin Berkualitas, Pemkab Majalengka Borong Lima Penghargaan BKNAdu Kreativitas lewat Lomba Video KKN-T 2026

Delapan orang yang diamankan diduga memiliki keterkaitan dengan video aktivitas kelompok yang meresahkan warga tersebut. Mereka masing-masing berinisial TK (17), yang diduga membawa celurit. MJ (15), yang diduga berperan sebagai joki dan berada di lokasi. AA (16), yang diduga membawa bambu sepanjang sekitar satu meter. SJN (21), yang diduga berperan sebagai joki. AH (17), yang diduga merekam video kejadian. RP (17), yang diduga membawa sabit; TC (17), yang diduga membawa celurit. Serta AM (16), yang diduga membawa celurit.

“Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan dua senjata tajam jenis corbek, tujuh celurit, satu unit Honda Sonic warna hitam-merah, satu unit Honda Beat warna putih, serta tujuh unit telepon genggam,” ungkap Arwin, Jumat (11/9).

Arwin menjelaskan, penyelidikan berawal dari informasi mengenai video dugaan tawuran yang terjadi di wilayah Desa Sukaperna. Petugas kemudian melakukan penelusuran dan memeroleh informasi bahwa sejumlah orang dalam video diduga berasal dari kelompok Official Warning, Selatan Mistis, dan Selatan Mistery yang berhadapan dengan kelompok German 23 yang disebut bergabung dengan Holland 25.

Petugas selanjutnya melakukan pencarian hingga berhasil mengamankan delapan orang yang diduga berada dalam rangkaian kejadian tersebut. Dari keterangan awal, AM mengaku ikut dalam kejadian dan membawa celurit. Sementara TC memberikan keterangan bahwa dirinya mengambil celurit sebelum menuju lokasi. MJ mengaku mendapat ajakan melalui komunikasi WhatsApp untuk berkumpul bersama kelompoknya. Sedangkan RP mengakui membawa sabit miliknya sendiri saat kejadian.

0 Komentar