Kemarau Panjang, Ribuan Warga Salat Istisqa di Alun-alun

Salat Istisqa
Ribuan warga bersama jajaran Pemkab Majalengka melaksanakan Salat Istisqa di Lapangan Alun-alun Majalengka untuk memohon turunnya hujan, Senin (14/9/2026).
0 Komentar

“Salat Istisqa adalah ikhtiar kita sebagai umat Islam untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan. Tetapi yang lebih penting, pelaksanaan ini harus menjadi momentum untuk bermuhasabah, memperbanyak istighfar, bertaubat dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat tidak hanya berdoa, tetapi juga memperbanyak amal kebaikan, membantu warga yang terdampak kekeringan serta menjaga kelestarian lingkungan.

“Doa harus dibarengi dengan ikhtiar. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga lingkungan, tidak melakukan tindakan yang dapat merusak alam, menghemat penggunaan air dan membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan akibat kekeringan,” ajaknya.

Baca Juga:Gotong Royong Cegah Karhutla Ciremai di Ketinggian 1.000 Mdpl, MPA Silihwangi Majakuning Aktifkan Embung  10 Rumah di Permukiman Nelayan Eretan Ludes Kerugian Capai Rp1 M

Menurut Anwar, hujan merupakan rahmat Allah SWT yang dibutuhkan seluruh makhluk. Karena itu, Salat Istisqa diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memperkuat kepedulian sosial.

Selain melakukan ikhtiar spiritual, Pemkab Majalengka terus melakukan langkah konkret untuk menangani dampak kekeringan.

Salah satunya melalui penyaluran air bersih ke wilayah yang mengalami krisis air. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi Pemkab Majalengka dengan berbagai pihak, termasuk Polres Majalengka dan Kodim 0617/Majalengka.

Pemkab juga melakukan perbaikan dan pengaliran saluran irigasi melalui kerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), terutama untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian di wilayah Majalengka bagian utara yang terdampak kekeringan.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih sekaligus mendukung petani agar lahan pertanian tetap dapat dikelola di tengah kemarau panjang.

Bupati Majalengka H Eman Suherman menegaskan, penanganan kekeringan membutuhkan kerja sama seluruh elemen, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha hingga berbagai unsur lainnya.

“Mari kita perkuat rasa kepedulian, saling tolong-menolong terhadap sesama warga yang kesulitan, dan senantiasa menjaga kebersamaan demi mewujudkan Kabupaten Majalengka yang lebih sejahtera dan Langkung SAE,” pungkasnya. (ono)

0 Komentar