RADARCIREBON.ID – Kebakaran hebat melanda permukiman warga yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan di Blok Prempu RT 01, RW 04, Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Sabtu (12/9) tengah malam. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 00.13 WIB dan mengakibatkan 10 rumah terdampak.
Api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain karena sebagian besar rumah di lokasi tersebut merupakan bangunan semi permanen. Material berupa bilik kayu yang mudah terbakar membuat kobaran api sulit dikendalikan.
Kepala Bidang Damkar pada Satpol PP dan Damkar Indramayu, Jajat Wibisono mengatakan, kebakaran terjadi saat warga tengah beristirahat. Berdasarkan dugaan awal, api berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah warga.
Baca Juga:Tradisi Munjung Resmi Menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia300 Pengayuh Becak Lanjut Usia Menerima Becak Listrik Bantuan Presiden
“Bangunan rumah ini semi permanen ya, jadi setengah bangunan rumah ke atas itu bilik kayu yang mudah terbakar sehingga api itu dengan cepat merambat ke bangunan rumah lainnya,” ujarnya.
Menurut Jajat, kondisi bangunan yang didominasi material mudah terbakar membuat petugas pemadam kebakaran bersama warga sempat mengalami kesulitan untuk mengendalikan kobaran api. Besarnya api dikhawatirkan membuat kebakaran terus meluas dan merembet ke rumah-rumah lainnya.
Untuk mengatasi kebakaran tersebut, Damkar Indramayu mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran. Proses pemadaman juga mendapat dukungan dari masyarakat serta personel TNI dan Polri yang berada di lokasi untuk membantu petugas.
Setelah berjibaku selama sekitar tiga jam, api akhirnya berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
“Kita selesai proses pendinginan pukul 03.00 WIB, ada 10 rumah nelayan terdampak kebakaran, kerugian masih dihitung namun perkiraan Rp1 miliar. Dalam insiden ini kita pastikan tidak ada korban jiwa ataupun luka,” jelasnya.
Pasca-kebakaran, personel TNI dari Koramil Kandanghaur turut turun tangan membantu warga membersihkan puing-puing bangunan yang tersisa. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus respons cepat TNI terhadap masyarakat yang terdampak musibah.
Personel TNI bersama warga bergotong royong mengangkat dan membersihkan sisa bangunan, material yang terbakar, serta merapikan lingkungan di sekitar lokasi kebakaran. Upaya tersebut dilakukan agar kawasan permukiman dapat segera dibersihkan dan ditata kembali setelah dilanda kebakaran.
