RADARCIREBON.ID – Insiden kebakaran yang menghanguskan 11 rumah warga di Blok Prempu, Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Indramayu, pemerintah daerah menyalurkan bantuan logistik bagi warga yang terdampak musibah tersebut.
Tidak hanya menyalurkan bantuan, BPBD Kabupaten Indramayu bersama Dinas Sosial juga membuka posko bantuan logistik di sekitar lokasi kebakaran untuk memudahkan proses penanganan dan pemenuhan kebutuhan dasar para korban.
“Petugas dari BPBD dan dinas terkait, termasuk kimrum (permukiman dan perumahan), juga telah turun ke lokasi untuk meninjau serta menghitung nilai kerugian materiil akibat kejadian kebakaran itu,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Indramayu, Agus Yani, Senin (14/9/2026).
Baca Juga:Sehari, Dua Kebakaran Lahan di Kecamatan LeuwimundingKemarau Panjang, Ribuan Warga Salat Istisqa di Alun-alun
Agus Yani menyampaikan, pihaknya juga telah mendirikan tenda darurat di sekitar lokasi kejadian. Namun, penanganan musibah kebakaran memiliki mekanisme yang berbeda dengan bencana alam. Karena kebakaran bukan termasuk bencana alam, tidak didirikan posko dapur umum terpusat di area permukiman warga.
Hal tersebut dilakukan karena sejumlah fasilitas penunjang milik warga ikut hangus terbakar dalam insiden tersebut.
“Untuk posko logistik terpusat berada di Posko BPBD. Karena tidak ada dapur darurat di tenda logistik, kami memfasilitasi mandiri. Itu dapur mandiri bagi warga,” jelasnya.
Ia menjelaskan, dapur mandiri tersebut disiapkan lantaran seluruh dapur dan peralatan memasak milik warga habis terbakar. Dengan kondisi tersebut, warga membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
Seluruh bahan makanan dan sembako untuk kebutuhan warga terdampak disuplai langsung melalui pasokan dari BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Indramayu.
Selain bantuan dari pemerintah daerah, dukungan juga datang melalui swadaya dan partisipasi masyarakat sekitar. Sejumlah pihak turut memberikan bantuan berupa pakaian layak pakai hingga makanan siap saji untuk para korban kebakaran.
Bantuan tersebut disalurkan oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari jamaah pengajian (jamiyah) hingga organisasi lokal yang ikut menunjukkan kepedulian terhadap warga terdampak.
Baca Juga:Gotong Royong Cegah Karhutla Ciremai di Ketinggian 1.000 Mdpl, MPA Silihwangi Majakuning Aktifkan Embung 10 Rumah di Permukiman Nelayan Eretan Ludes Kerugian Capai Rp1 M
Agus Yani menjelaskan, pola penanganan musibah kebakaran memang berbeda dengan penanganan bencana alam seperti banjir, angin puting beliung, maupun bencana lainnya. Untuk penanganan awal terhadap korban kebakaran ini, penyediaan dan penyaluran logistik dirancang untuk memenuhi kebutuhan warga selama satu minggu ke depan. “Logistik disiapkan untuk satu minggu ke depan,” jelasnya.
