“Kalau hanya mengandalkan APBD, tentu tidak semua kebutuhan bisa diselesaikan sekaligus. Karena itu, kita terus mencari sumber dukungan lain, baik dari pemerintah pusat maupun provinsi. Yang penting bagaimana sekolah-sekolah yang kondisinya membutuhkan perbaikan bisa kita tangani secara bertahap,” katanya.
Ia menambahkan, usulan pembangunan dan rehabilitasi sekolah dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi serta tingkat kebutuhan masing-masing satuan pendidikan. Dengan demikian, program yang diperoleh dapat diarahkan kepada sekolah yang membutuhkan penanganan.
Bupati berharap dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi terus meningkat sehingga pemerataan sarana pendidikan di Kabupaten Majalengka dapat berlangsung lebih cepat.
Baca Juga:Baznas Majalengka Salurkan Rp300 Juta untuk NTTBukan Hanya Modal, PNM Buka Akses Jejaring bagi Nasabah PNM Mekaar di Cirebon
“Target kita bukan hanya membangun gedung yang bagus, tetapi memastikan anak-anak Majalengka belajar di tempat yang aman, sehat, dan nyaman. Setiap tahun kita akan terus berikhtiar, melakukan jemput bola dan mengawal usulan-usulan tersebut agar pembangunan pendidikan di Majalengka semakin baik,” ujarnya.
Eman juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperjuangkan kebutuhan pendidikan di Kabupaten Majalengka.
“Pendidikan adalah investasi untuk masa depan. Karena itu, pemerintah daerah akan terus berusaha mencari dukungan dan memperjuangkan pembangunan serta rehabilitasi sekolah. Kita ingin seluruh anak di Majalengka mendapatkan hak yang sama untuk belajar di lingkungan yang layak, aman, dan nyaman,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka H Rd Muhamad Umar Ma’ruf mengatakan, program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Majalengka saat ini mencakup 130 sekolah.
Revitalisasi dilakukan dengan menyasar sejumlah fasilitas utama penunjang kegiatan pendidikan. Perbaikan tidak hanya mencakup ruang kelas, tetapi juga toilet, ruang UKS, serta berbagai sarana pendukung lainnya.
Program tersebut mencakup sejumlah jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP.
“Revitalisasi ini mencakup 130 sekolah. Pekerjaannya tidak hanya ruang kelas, tetapi juga toilet, UKS dan sarana pendukung lainnya. Kita ingin sekolah memiliki lingkungan yang lebih layak sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik,” kata Umar Ma’ruf.
Baca Juga: Lahan 3,5 Hektare di Kawasan TNGC Kuningan KebakaranESI Majalengka Sambut Positif Ketua Umum PB ESI Terpilih
Menurutnya, peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan.
