ESI Majalengka Sambut Positif Ketua Umum PB ESI Terpilih 

Ketua ESI Majalengka
Jenderal TNI (Purn) Muhammad Herindra resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) masa bakti 2026-2030.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) masa bakti 2026-2030. Kepemimpinan baru tersebut diharapkan turut memperkuat pembinaan esports di daerah, termasuk Kabupaten Majalengka.

Ketua ESI Kabupaten Majalengka, Dadan Fauzan, menyambut positif kepemimpinan Muhammad Herindra. Menurutnya, kepemimpinan baru PB ESI diharapkan mampu membawa olahraga elektronik Indonesia semakin terarah dan profesional, sekaligus memperkuat sistem pembinaan dari tingkat nasional hingga daerah.

“Bagi kami di daerah, kepemimpinan Pak Muhammad Herindra menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan esports, khususnya dalam menjaring dan mengembangkan atlet-atlet muda di Kabupaten Majalengka,” ujar Dadan, Rabu (16/9/2026).

Baca Juga:Korban Dugaan Penipuan Cari Keadilan, Modus Kerja Sama MBG, Kerugian Rp700 JutaMahasiswa KKM UMC 2026 Hadirkan Hidroponik Berbasis Panel Surya di Desa Cikondang

Dadan mengatakan, perkembangan esports saat ini tidak hanya berkaitan dengan kompetisi dan prestasi, tetapi juga mencakup pengembangan sumber daya manusia, industri kreatif, teknologi digital, serta peluang ekonomi bagi generasi muda.

Karena itu, sejumlah agenda pembinaan PB ESI di bawah kepemimpinan Muhammad Herindra dinilai relevan dengan kebutuhan pengembangan esports di daerah, salah satunya pembinaan atlet sejak usia dini.

Menurut Dadan, sistem pembinaan jangka panjang diperlukan untuk menemukan talenta-talenta muda sekaligus memberikan jalur pengembangan yang terstruktur.

“Pembinaan usia dini sangat penting. Jangan sampai kita baru mencari atlet ketika akan menghadapi kejuaraan. Talenta harus ditemukan, dibina, diberikan kompetisi, dan didampingi secara berkelanjutan,” katanya.

Selain pembinaan atlet, Dadan menyambut baik perhatian terhadap pengembangan game lokal. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi untuk tidak hanya menjadi konsumen gim, tetapi juga melahirkan pengembang dan produk gim yang mampu bersaing.

“Kami berharap pengembangan game lokal juga semakin mendapat ruang. Ekosistem esports bukan hanya atlet, tetapi ada developer, kreator konten, pelatih, wasit, manajemen tim, dan berbagai profesi lainnya,” jelasnya.

Dadan menilai penguatan ekosistem profesional juga menjadi bagian penting dalam perkembangan esports nasional. Tata kelola yang semakin baik diperlukan agar atlet memiliki kepastian dalam menjalani karier, sekaligus memperoleh perlindungan dan pendampingan yang memadai.

Baca Juga:Bupati Indramayu Larang Truk Lewat Jembatan di Desa JatimulyaAnggota Polisi Tertibkan Jukir Liar di Depan SPBU Patrol

Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan mental atlet, kepastian kontrak, sistem kompetisi, kesejahteraan, serta jalur karier dapat mendukung esports sebagai cabang olahraga yang memiliki prospek pengembangan.

0 Komentar