RADARCIREBON.ID – Terminal Wisata Paniis, Kecamatan Pasawahan, kembali diaktifkan untuk mendukung penataan transportasi menuju sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Kuningan. Terminal tersebut disiapkan sebagai titik transit bagi bus wisata sebelum wisatawan melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan berukuran lebih kecil.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan H Mochamad Nurdijanto SH MSi mengatakan skema tersebut tengah disiapkan untuk menyesuaikan kapasitas jalan menuju sejumlah objek wisata. Bus berukuran besar nantinya cukup sampai di Terminal Wisata Paniis, kemudian wisatawan diantar dengan kendaraan yang lebih sesuai dengan kondisi akses jalan.
Rencana itu disampaikan Nurdijanto seusai menghadiri puncak HUT ke-34 Kecamatan Pasawahan sekaligus peluncuran kembali Terminal Wisata Paniis, Sabtu (3/10/2026).
Baca Juga:Banggar DPRD Kuningan Soroti Fiskal, Desak Optimalkan PAD Cegah Banjir, Polres Kuningan Bersihkan Pasar Baru dan Sungai Citamba
Menurut Nurdijanto, pola transit tersebut diperlukan karena tidak semua akses menuju destinasi wisata mampu menampung kendaraan dengan tonase besar. Pembatasan kendaraan juga diharapkan dapat menjaga kondisi infrastruktur jalan sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan wisatawan.
“Jadi parkir di Subterminal Paniis. Nanti untuk ke tempat-tempat wisata yang dituju menggunakan mobil kecil,” ujar Nurdijanto.
Ia menjelaskan, penyesuaian jenis kendaraan menjadi bagian penting dalam pengaturan transportasi wisata. Kendaraan besar yang dipaksakan masuk ke jalan dengan kapasitas terbatas berpotensi mempercepat kerusakan jalan.
“Supaya tonase kendaraan juga disesuaikan. Kalau bus masuk ke tempat wisata, kadang tidak sesuai dengan tonase jalan yang ada,” jelasnya.
Selain berfungsi sebagai titik transit, Dishub membuka peluang mengembangkan Terminal Wisata Paniis menjadi pusat aktivitas pendukung pariwisata. Salah satu konsep yang dipertimbangkan ialah mengonsentrasikan usaha kuliner di sekitar terminal sehingga wisatawan memiliki pilihan aktivitas sebelum melanjutkan perjalanan.
Nurdijanto mengatakan konsep tersebut dapat menciptakan pola perjalanan yang lebih tertata. Bus wisata berhenti di terminal, sementara wisatawan kemudian menggunakan kendaraan kecil menuju destinasi masing-masing.
“Kalau memang difasilitasi, nanti tempat-tempat kuliner bisa terkumpul di Paniis. Bus berhenti di Terminal Paniis, kemudian menuju objek wisata menggunakan mobil-mobil kecil,” katanya.
Baca Juga:Pabrik Sepatu Sindangbarang, Investor Mulai Lunasi Pembayaran LahanSuspek Influenza A Melonjak di Kuningan, Pasien Anak Mendominasi
Untuk memperkuat konektivitas, Dishub juga berencana menyiapkan titik pemberhentian atau halte berdasarkan tujuan wisata. Beberapa rute yang menjadi perhatian antara lain kawasan Cibuntu, Paniis, dan Cicerem.
