Arifudin turut mengingatkan pentingnya melestarikan kearifan lokal sebagai bagian dari pembentukan karakter.
Salah satu contohnya adalah tradisi mencium tangan ketika bersalaman yang mencerminkan penghormatan kepada orang lain. Menurutnya, kebiasaan luhur semacam ini perlu terus diwariskan agar tidak terkikis oleh perubahan zaman.
Terkait penyebaran paham radikal melalui media sosial, ia mengimbau generasi muda untuk tidak meresponsnya dengan konfrontasi langsung.
Pendekatan edukatif dinilai lebih efektif dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat.
Baca Juga:Ketika PJJ Berlaku Lagi, Ini Ungkapan Sobat ZetizenMewaspadai Importasi Konflik Global: Menjaga Generasi Muda dari Jebakan Propaganda Ekstremis
“Jika menemukan isu radikal di media sosial, sebaiknya tidak dihadapi dengan perlawanan frontal karena justru bisa menimbulkan perang di media sosial. Lebih baik memberikan pemahaman melalui akun-akun edukasi yang menjelaskan bagaimana seharusnya seseorang menjalankan kehidupan beragama,” jelas Guru Besar UIN Sumatera Utara tersebut.
Apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan juga disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan, M Sofyan SSos MAP yang hadir mewakili Wali Kota Medan Rico Triputra Bayu As.
Ia menyambut baik inisiatif BNPT dalam memberikan ruang kepada generasi muda untuk berperan aktif menjaga kerukunan dan keharmonisan masyarakat Kota Medan.
Menurut Sofyan, materi pelatihan yang diberikan memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan generasi muda saat ini.
Kemampuan menulis dapat dimanfaatkan untuk menuangkan gagasan yang inspiratif, keterampilan desain komunikasi visual membantu menyajikan pesan secara menarik.
Sedangkan penguasaan teknologi informasi memungkinkan penyebaran nilai-nilai kebangsaan menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Ia juga menekankan bahwa upaya menciptakan perdamaian harus diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, bukan hanya sebatas menyampaikan pesan secara lisan maupun tulisan.
Baca Juga:SSB Garuda Jaya Sukses Kawinkan Gelar Festival Sepak Bola Anak Desa Zona PanturaMenata Masa Depan Sepak Bola Cirebon melalui Pembinaan dan Manajemen Profesional di SSB
“Perdamaian bukan hanya diwujudkan lewat perkataan, melainkan juga harus tercermin dalam sikap, perbuatan, dan keteladanan,” kata Sofyan saat membacakan sambutan Wali Kota Medan.
Dukungan terhadap pengembangan kompetensi para Duta Damai turut disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumatera Utara, Dr Ir Mulyono ST MT.
Ia menilai, penguasaan keterampilan teknis perlu dikombinasikan agar para peserta mampu menghadapi penyebaran paham radikal yang kini semakin sulit dikenali karena bergerak secara tersembunyi di dunia siber.
