BNPT Perkuat Ketahanan Digital dan Kearifan Lokal melalui Regenerasi Duta Damai di Sumatera Utara

BNPT regenerasi pengukuhan kader muda medan
REGENERASI: Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar Pengukuhan Regenerasi dan Pelatihan Duta Damai BNPT Tahun 2026 di Hermes Palace Hotel, Medan, Sumatera Utara, Jumat (30/10/2026). –FOTO: ISTIMEWA--
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Perkembangan dunia digital yang semakin melekat dalam kehidupan anak-anak dan generasi muda, turut membawa berbagai tantangan.

Paparan paham intoleransi, provokasi, hingga konten yang mengandung unsur kekerasan menjadi ancaman yang perlu diantisipasi.

Oleh sebab itu, penguatan ketahanan digital menjadi hal penting agar generasi muda memiliki kemampuan menyaring informasi, melawan pengaruh negatif, serta menggunakan media sosial secara cerdas dan bertanggung jawab.

Baca Juga:Ketika PJJ Berlaku Lagi, Ini Ungkapan Sobat ZetizenMewaspadai Importasi Konflik Global: Menjaga Generasi Muda dari Jebakan Propaganda Ekstremis

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Direktur Kontra Radikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kolonel Cpl Hendro Wicaksono SH MKrim.

Wicaksono menyampaikannya dalam kegiatan Pengukuhan Regenerasi dan Pelatihan Duta Damai BNPT Tahun 2026.

Acara yang diikuti 50 peserta terpilih tersebut diselenggarakan di Hermes Palace Hotel, Medan, Sumatera Utara, Jumat (30/10/2026).

Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi, sekolah, dan komunitas mendapatkan pembekalan sejumlah kompetensi.

Materi yang diberikan mencakup wawasan kebangsaan, keterampilan menulis, desain komunikasi visual (DKV), serta teknologi informasi (IT).

Hendro menyampaikan bahwa pelaksanaan regenerasi Duta Damai juga dilatarbelakangi oleh catatan peristiwa terorisme yang pernah terjadi di Sumatera Utara.

Menurutnya, setiap tindakan teror berawal dari berkembangnya intoleransi yang kemudian dapat mengarah pada paham radikal.

Baca Juga:SSB Garuda Jaya Sukses Kawinkan Gelar Festival Sepak Bola Anak Desa Zona PanturaMenata Masa Depan Sepak Bola Cirebon melalui Pembinaan dan Manajemen Profesional di SSB

Ia menegaskan bahwa generasi muda harus mampu menghadirkan berbagai konten positif untuk memenuhi ruang digital dengan informasi yang bermanfaat.

Peran tersebut penting mengingat generasi muda merupakan ujung tombak dalam menyebarkan nilai-nilai perdamaian di wilayah Sumatera Utara.

“Setiap hal yang kita sampaikan harus membawa dampak positif dan mengisi ruang digital dengan sesuatu yang bermanfaat, sebab generasi ini merupakan ujung tombak nasional dalam menyebarluaskan pesan perdamaian di Sumatera Utara,” ungkap Hendro yang juga menjabat Kepala Subdit Strategi dan Diseminasi Kontra Radikalisasi.

Sementara itu, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumatera Utara, Prof Dr Arifudin Muda Harahap menyoroti pentingnya menjaga sikap saling menghargai di tengah keberagaman masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa radikalisme dapat tumbuh dari perilaku memaksakan kehendak kepada orang lain.

Kondisi masyarakat Sumatera Utara yang terdiri atas beragam latar belakang juga berpotensi mengalami konflik apabila nilai toleransi dan penghormatan antarsesama tidak lagi dijaga.

0 Komentar