Inilah Serabi; Makanan Ringan Zaman Dulu yang Masih Eksis Hingga Kini

Serabi
Serabi umumnya disantap saat pagi hari ditemani segelas kopi. Foto: Facebook/Ahmad Jazuli Mahbub - radarcirebon.id
0 Komentar

RADARCIREBON – Serabi adalah makanan ringan tradisional Indonesia yang diperkirakan sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Mataram.

Rasa Serabi yang manis, asin, dan lembut membuat makanan ini populer di kalangan masyarakat.

Tanpa harus menggunakan dengan oven, serabi dapat kita sajikan di atas meja makan dengan cara memasaknya dibakar menggunakan alat tradisional.

Baca Juga:Keutamaan Shalat Tarawih di Malam Ke-12 Bulan RamadhanCimplo, Kue Sensasional Khas Indramayu yang Rasanya Lezat: Ini Resepnya

Bahan Dasar Serabi

Bahan dasar serabi adalah tepung beras, santan, dan garam. Variasi lainnya adalah panekuk manis dengan gula yang dibumbui pandan atau vanila.

Secara tradisional, di banyak tempat di Jawa dan Lampung, serabi dimasak dalam pot tanah liat kecil dan dipanggang dengan arang atau kayu.

Sedangkan serabi modern, seperti yang ada di Solo, dimasak dalam wajan kecil

Ciri Khas Serabi

Kue ini memiliki tekstur yang lembut dan rasa yang manis.

Makanan yang satu ini biasanya dijual pada pagi hari dan dimasak di atas kompor dengan cita rasa yang khas.

Terkadang telur kocok ditambahkan ke pancake khas Indonesia ini yang sudah setengah matang.

Seiring berjalannya waktu, banyak penjual yang terus berinovasi dengan menambahkan berbagai topping seperti sosis, keju, dan mayonaise dengan tujuan untuk menyanggah anggapan bahwa serabi adalah makanan yang berkualitas rendah dan tidak mampu bersaing dengan makanan lain.

Baca Juga:Cimplo Menjadi Perantara Tolak Bala di Indramayu; Ini PenjelasannyaKeutamaan Shalat Tarawih di Malam Ke-11 Bulan Ramadhan

Di berbagai daerah, terdapat tempat yang menyajikan serabi dengan cita rasa yang berbeda dan unik.

Serabi Ijo Kandanghaur

Di Indramayu, tepatnya di pertigaan Kecamatan Kandanghaur arah selatan menuju Kecamatan Gabuswetan, terdapat penjual serabi hijau yang unik.

Kue serabi hijau ini disajikan dengan gula merah dan tepung maizena sehingga rasanya nikmat.

Untuk harganya mulai dari dua ribuan saja. Wah, terjangkau sekali, ya.

Itulah ulasan tentang serabi; pancake-nya Indonesia yang sudah ada sejak era kerajaan Mataram dan tetap eksis hingga saat ini.

Semoga bermanfaat.****

0 Komentar