RADARCIREBON.ID – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cirebon kembali menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Yos Sudarso, Kota Cirebon. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 15 lapak PKL berhasil dibongkar.
Sebagian besar pedagang memilih membongkar lapaknya secara mandiri sebelum petugas melakukan penertiban. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk kesadaran dan kerja sama para pedagang dalam mendukung penataan kawasan yang dilakukan Pemerintah Kota Cirebon.
Kepala Satpol PP Kota Cirebon, Edi Siswoyo, mengapresiasi sikap kooperatif para pedagang selama proses penertiban berlangsung.
Baca Juga:Hari Lahir Pancasila, Bupati Cirebon Ajak Waspadai Bahaya Intoleransi dan RadikalismeTekan Inflasi Pangan lewat Kehadiran Kospi
“Hari ini penertiban di Jalan Yos Sudarso berjalan dengan baik. Para PKL cukup kooperatif sehingga hanya sebagian kecil lapak yang dibongkar oleh petugas. Saya mengucapkan terima kasih kepada para pedagang yang telah membongkar lapaknya secara mandiri,” ujar Edi.
Menurutnya, kawasan di depan gereja yang sebelumnya menjadi salah satu titik konsentrasi PKL kini dapat ditata berkat komunikasi yang baik antara petugas dan pedagang.
“Awalnya memang ada beberapa titik yang menjadi perhatian, namun melalui komunikasi yang baik para pedagang akhirnya memahami dan mendukung kegiatan penertiban ini,” katanya.
Edi menjelaskan, penataan kawasan Jalan Yos Sudarso sebenarnya telah direncanakan sejak dua tahun lalu. Namun pelaksanaannya sempat tertunda karena pemerintah terlebih dahulu memprioritaskan penataan kawasan Sukalila dan Bima.
“Penataan ini sebenarnya sudah direncanakan sejak dua tahun lalu. Setelah penataan di Sukalila dan Bima selesai, kini kami kembali fokus ke Jalan Yos Sudarso dengan sasaran 15 PKL untuk ditertibkan,” jelasnya.
Menurut Edi, Jalan Yos Sudarso merupakan bagian dari jalan nasional yang menjadi salah satu wajah Kota Cirebon. Karena itu, kawasan tersebut perlu ditata agar lebih tertib, nyaman, dan mendukung estetika kota.
Selain itu, Jalan Yos Sudarso juga terhubung dengan sejumlah kawasan cagar budaya dan situs bersejarah, seperti Keraton Kasepuhan, Kampung Arab, dan kawasan Bank Indonesia.
Baca Juga:Usai Salat Idul Adha, Bupati Cirebon Serahkan Sapi Kurban untuk Warga, Ini PesannyaJigus Tinjau Lokasi, Pemkab Cirebon Siapkan Penanganan Terpadu Rob Ambulu
“Kawasan heritage di Kota Cirebon saling terhubung, mulai dari Keraton Kasepuhan, Kampung Arab, hingga kawasan Bank Indonesia. Karena itu, penataan ini juga mendukung pengembangan kawasan heritage kota,” ujarnya.
