Menginap di Awan: Pesona Glamping Embun Sangga Langit, Surga Tersembunyi di Kaki Gunung Ciremai

Glamping Embun Sangga Langit.jpg
Glamping Embun Sangga Langit.jpg
0 Komentar

KUNINGAN – Geliat wisata alam berbasis konsep glamping atau glamour camping kian semarak di Kabupaten Kuningan. Salah satu destinasi yang berhasil mencuri perhatian para pelancong ialah Embun Sangga Langit, sebuah kawasan terpadu yang terletak di area Palutungan, tepatnya di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur.

Menyuguhkan pengalaman bermalam di tengah keasrian alam tanpa mengorbankan standar kenyamanan modern, Embun Sangga Langit memberikan sensasi berbeda bagi para wisatawan yang mendambakan udara sejuk di lereng Gunung Ciremai. Dalam kurun dua tahun terakhir, tempat ini mengalami transformasi signifikan; bermula dari sebuah rumah makan dengan menu tradisional Nusantara, kini ia bertransformasi menjadi kawasan glamping terluas di wilayah Palutungan.

Haris Winata, selaku Asisten General Manager Embun Sangga Langit, menjelaskan bahwa saat ini terdapat tiga varian unit glamping yang dibedakan berdasarkan banderol harga, kelengkapan fasilitas, serta daya tampung. Ketiga tipe tersebut adalah Pine Dome, Edelweiss, dan Seruni. Masing-masing memiliki keunikan tersendiri, mulai dari jumlah penghuni hingga fasilitas yang dihadirkan.

Baca Juga:BEM Unma Dorong Kreativitas dan Inklusivitas MahasiswaKP2KP bekerja sama dengan PT Pos Indonesia, Permudah Pembayaran dan Pelaporan SPT Tahunan

“Pada mulanya kami hanya mengelola restoran. Kemudian permintaan pasar membuat kami berkembang pesat ke bisnis glamping. Kini kami memiliki tiga tipe glamping dengan fasilitas yang nyaris setara dengan hotel berbintang,” ujar Haris.

Untuk tipe Pine Dome, pengelola menyediakan pilihan paling ramah di kantong dengan kapasitas dua orang serta kamar mandi pribadi yang berada di luar unit. Sementara itu, tipe Edelweiss dapat menampung hingga empat orang dengan konsep penataan yang serupa. Adapun tipe Seruni menyandang status premium yang dilengkapi dengan kamar mandi di dalam unit, smart TV, pendingin ruangan standing, air panas, perlengkapan mandi komplet, aneka kopi dan teh, hingga tempat tidur berstandar hotel berbintang.

Pada akhir pekan, tarif menginap dipatok mulai dari Rp800 ribu untuk Pine Dome, Rp1,3 juta untuk Edelweiss, dan Rp1,5 juta untuk Seruni. Seluruh paket tersebut sudah mencakup menu sarapan sesuai dengan jumlah kapasitas kamar.

Keunggulan lain yang menjadi nilai jual adalah suguhan panorama alam yang berbeda di setiap tipe hunian. Pine Dome dan Edelweiss menghadap langsung ke arah Waduk Dharma dengan pemandangan matahari terbenam yang memukau. Sebaliknya, tipe Seruni menyajikan pemandangan kota Kuningan di malam hari serta keindahan matahari terbit pada pagi hari.

0 Komentar