Indonesia Jadi Saksi Perdamaian AS-Taliban

THALIBAN-DAMAI
SERAHKAN SENJATA: Mantan pejuang Taliban Afghanistan berdiri di depan senjata sebagai proses perdamaian dan rekonsiliasi. Sementara itu Menlu Retno Marsudi menyaksikan langsung penandatanganan perdamaian yang berlangsung di Doha, Qatar, kemarin. FOTO: NOORULLAH SHIRZADA/AFP
0 Komentar

di Afghanistan, sesuai dengan amanat konstitusi Indonesia, khususnya
Intra-Afghan Dialogue.

Dua elemen penting
yang menjadi fokus Indonesia dalam membangun proses perdamaian di Afghanistan
adalah peran ulama dan pemberdayaan perempuan dalam mendorong pencapaian
perdamaian.

”Saya akan terbang
malam ini ke Kabul untuk meluncurkan Indonesia-Afghan Women Solidarity Network
bersama dengan tokoh perempuan Indonesia untuk membahas pemberdayaan perempuan
dalam mendorong perdamaian di Afghanistan,” kata Menlu.

Untuk dikethui pada
tahun 2018, Indonesia menjadi tuan rumah Pertemuan Trilateral Ulama
Afghanistan-Indonesia-Pakistan, dan pada 2019, Indonesia telah menyelenggarakan
pertemuan para perempuan Indonesia-Afghanistan.

Baca Juga:Dua PertamaArtileri Myanmar Hantam Rohingya, 5 Orang Terbunuh, Puluhan Lainnya Cedera

Usai kunjungan ke
Doha, Menlu Retno dijadwalkan bertolak ke Kabul, Afghanistan untuk meluncurkan
program peningkatan kapasitas perempuan melalui ”Indonesia-Afghan Women
Solidarity Network” bersama beberapa tokoh perempuan Indonesia.

Untuk diketahui
penandatanganan perjanjian yang merupakan langkah awal dari proses perdamaian
Afghanistan tersebut dihadiri oleh sembilan menteri luar negeri, yakni dari
Qatar, AS, Uzbekistan, Tajikistan, Turkmenistan, Norwegia, Turki, Oman, dan
Pakistan. Hadir pula perwakilan dari Jerman dan Inggris.

Kesepakatan
AS-Taliban, memuat empat komponen penting, termasuk kontra terorisme, penarikan
pasukan asing dari Afghanistan, perundingan intra-Afghan dan gencatan senjata
yang permanen dan komprehensif. Telah dilakukan pula pengumuman deklarasi
bersama antara Pemerintah Afghanistan dan Amerika Serikat di Kabul, yang isinya
mendukung perjanjian damai antara Amerika Serikat dan Taliban. (fin/ful)

0 Komentar