Setengah Miliar Orang Terancam Miskin

Stunting
SULAP: Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Ridwan Kamil saat Sarling (Siaran Keliling) di Posyandu Asyifa dan Puskesmas Pasundan, Kabupaten Garut. FOTO: Biro Humas dan Keprotokolan Sekretariat Daerah Jabar
0 Komentar

“Negara berkembang mampu memerangi dampak kesehatan dan ekonomi. Namun krisis akan terus berlanjut dan menimbulkan kerugian yang lebih besar dari negara kaya,” kata pernyataan laporan Oxfam.
Seruan untuk membebaskan utang telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, karena pandemi Covid-19 telah mengguncang negara-negara berkembang di seluruh dunia. “Pemerintah di seluruh dunia perlu memobilisasi setidaknya 2,5 triliun dolar AS untuk mendukung negara-negara berkembang,” ujar Oxfam.
Sementara itu, berdasarkan data Sekolah Kedokteran Universitas Johns Hopkins yang dilansir Jumat (10/4), kasus virus corona di seluruh dunia sampai hari ini dilaporkan sudah mencapai 1.600.427 orang. Sedangkan orang yang sembuh dari virus corona mencapai 354,464. Adapun yang meninggal tercatat mencapai 95,699.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, saat ini ada 1,439,516 kasus virus corona di dunia. Dari jumlah tersebut, 85.711 orang dinyatakan meninggal. Jumlah kasus virus corona di AS masih menjadi yang tertinggi di dunia. Yaitu mencapai 465.329 menurut data Johns Hopkins. Akan tetapi, jumlah korban meninggal akibat virus corona berada di Italia yang mencapai 18.279 orang. Sedangkan Spanyol berada dalam urutan kedua korban meninggal akibat virus corona di dunia, yaitu mencapai 15.447 orang.
Di kawasan Asia Tenggara, Malaysia menjadi negara dengan kasus virus corona terbesar yakni sebanyak 4.228 orang. Jumlah korban meninggal mencapai 67 orang, sedangkan yang sembuh berjumlah 1.608 orang. (der/fin)

0 Komentar